Langkanya Field Partner Indonesia
Masih soal Kiva. Di tulisan saya sebelumnya, sudah saya sebut tentang apa yang dimaksud Field Partner. Berdasarkan data yang berhasil saya catat terdapat 132 Kiva Field Partner saat ini dan 4 diantaranya berasal dari Indonesia.
Sebagai orang Indonesia, tentu saja sasaran utama saya adalah mencari orang Indonesia yang bisa saya bantu. Tapi ironisnya tidak ada sama sekali orang Indonesia yang terdaftar sebagai entrepreneur baru saat ini. Coba saya search dari ke-4 Field Partner Indonesia yang terdaftar di Kiva.
- Ganesha/Mitra Bisnis Keluarga (MBK) yang saat ini kondisinya sedang “on hold” dengan Kiva, jadi tidak ada aktivitas apapun, mungkin alasan kurangkesepahaman dengan Kiva urusan administrasi atau apalah (saya kurang tahu). MBK telah menyalurkan bantuan modal kepada 796 enterpreneur di sekitar Kabupaten Tangerang dan Bogor.
- Dinari Foundation (Dian Bhuana Lestari) yang berdomisili di Bali. Tercatat 1459 enterpreneur yang sudah mendapatkan bantuan modal melalui Dinari. Kondisi: aktif namun belum ada entrepreneur baru.
- Yamida (Yayasan Mitra Dhuafa) ini adalah yayasan local di Aceh yang disupport oleh Grameen Foundation USA. Yayasan ini baru menyalurkan modal kepada 13 enterpreneur. Kondisi: aktif namun belum ada entrepreneur baru.
- TLM (Tanaoba Lais Manekat Foundation) ini adalah organisasi Kristen (Gereja Masehi Injili Timor) yang membantu mikrousaha penduduk di Nusa Tenggara Timur. Organisasi ini telah menyalurkan bantuan modal kepada 292 enterpreneur. Kondisi : aktif namun belum ada entrepreneur baru.
Keheranan saya adalah begitu banyak penduduk miskin di Indonesia, yang sesungguhnya mereka kreatif, memiliki usaha kecil (produktif) dan sangat butuh bantuan. Tapi mengapa hanya 4 Field Partner saja yang bergabung dengan Kiva. Tanpa Field Partner, tentu saja Kiva tidak akan bisa menyentuh masyarakat Indonesia di pelosok pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan daerah lainnya. Ada 2 kemungkinan yang bisa diasumsikan disini: apakah para Field Partner ini tidak mengetahui keberadaan/berita tentang Kiva, ataukah para Field Partner Indonesia ini enggan bergabung dengan Kiva (mungkin kendala bahasa, teknologi, administrasi atau hal lainnya). Urusannya adalah tidak tahu atau tidak mau. Padahal Kiva ini sangat berperan untuk membantu penduduk miskin Indonesia.
Saya bergabung dengan team Indonesia, dan mereka semua juga memiliki keprihatinan yang sama. Kami ini siap dengan modal yang kami miliki untuk membantu entrepreneur Indonesia namun sayangnya tidak ada satupun dari mereka yang terdaftar di entrepreneur list. Akhirnya saya menjatuhkan pilihan untuk membantu seorang ibu muda di Kamboja yang bergerak di bidang peternakan dan membutuhkan modal untuk membeli sapi.
Coba bandingkan dengan 7 Field Partner di Philipina dan 4 Field Partner di Kamboja (Asia). Kedua negara ini aktif di sejumlah pelosok daerah di negaranya masing-masing hingga bisa menyebarkan bantuan dana kepada penduduk desa disana. Sebagai contoh AMK (Angkor Microfinance Kampuchea) di Kamboja. Organisasi ini sudah menyalurkan bantuan modal kepada 18.832 enterpreneur di negaranya dan saat ini ada 200 enterpreneur baru yang sedang dalam tahap menghimpun modal dari lender. Luar biasa, bukan? Organisasi ini telah membantu ribuan orang dan keluarga miskin untuk mencapai perekonomian yang lebih baik.
Dimanakah para calon Field Partner Indonesia lainnya? Sengaja saya tulis soal ini sebagai upaya saya untuk melakukan getok tular informasi agar bisa mencari sebanyak-banyaknya Field Partner Indonesia agar mereka bergabung dengan Kiva. Dan diharapkan dari upaya Field Partner inilah bisa menyentuh masyarakat Indonesia di pedesaan yang memiliki usaha kecil dan membutuhkan bantuan modal untuk berkembang; bantuan modal yang disalurkan secara cepat, dibayar secara berkala selama kurang lebih 6 bulan hingga 14 bulan dan yang penting bunganya kecil sekali. Soal bunga, Kiva tidak akan pernah bekerjasama dengan Field Partner tertentu jika mereka menetapkan standard bunga tinggi kepada enterpreneur.
Selengkapnya bisa dibaca Bagaimana Caranya Menjadi Field Partner Kiva
Artikel yang berhubungan
Comments
One Response to “Langkanya Field Partner Indonesia”
Leave a Reply
Saya tertarik dengan Kiva ini. Dulu pernah dengar namun tidak terlalu aware. Saya download brosurnya dulu untuk baca2.
Thanks buat informasinya.