Kulitku Sayang, Kulitku Malang

Memiliki kulit wajah sangat berminyak sejak usia dini memang ndak gampang. Dibutuhkan perawatan kulit seperti facial dan pemakaian produk skin care. Masalah jerawat sudah begitu akrab di sepanjang hidupku hingga kini. Dan ironisnya setelah tinggal 3 tahun di Sydney, masalah jerawat semakin menjadi-jadi.

Pertama aku konsultasi dengan dokter GP (general practitioner), dia memberiku pil (yang ternyata belakangan baru aku ketahui kalau itu pil KB), yaitu Doryx Capsules 50 mg (Doxycycline) dan Differin cream, serta menyarankan aku menggunakan sabun batangan Neutrogena untuk cuci muka sehari-hari.  Pil dan cream harus aku gunakan selama 3 bulan dan berhasil membuat kulitku bersih sementara. Pil dan cream dihentikan lalu jerawat yang besar-besar seperti bisul ini mulai muncul lagi dan membuatku harus menebus resep yang sama.

Sepanjang 1 tahun pertama mengalami masalah ini lalu aku memutuskan periksa dengan dokter spesialis kulit yang lulusan dari China. Walhasil, aku diberi pil dan cream yang sama persis dengan sebelumnya. Aku tidak puas dan menanyakan apa yang menjadi penyebab jerawatku ini. Karena aku pikir, dulu ketika tinggal di Indonesia, debu dan polusi menjadi penyebab jerawatku. Namun kondisi udara di Sydney jauh lebih bersih dan tidak berpolusi seperti di Indonesia. Di sisi lain aku sudah tergantung dengan pemakain pil ini selama 2 tahun ini, yang menyebabkan berat tubuhku bertambah (karena sifat pil yang hormonal). Dokter menyarankan aku untuk menjalani tes darah dan tes hormon. Karena ketidakseimbangan hormon tubuh bisa menjadi penyebab jerawat.

Tes sudah dilakukan dan hasilnya normal. Dokter pun mengatakan aku cukup menghindari makanan tertentu seperti cabe dan gorengan. Dan aku tidak puas dengan pendapat dokter yang tidak bisa memberikan analisa yang masuk akal buatku. Dari semula aku dan suami udah berpikir, mungkin karena alergi dengan cuaca 4 musim di Sydney.

Sekarang sudah memasuki tahun ke-3, aku tinggal di Sydney dan aku memutuskan untuk menghentikan konsumsi pil yang membuat bobotku naik nyaris 5 kg lebih. Akibatnya jerawat semakin parah; bikin gak percaya diri dan terasa sakit (senut-senut). Akhirnya aku coba alternatif pengobatan ke shinse di Haymarket, dekat Market City.

Untuk biaya konsultasi dikenakan $20. Shinse yang lulusan Guang Zhou University ini menganalisa penyebab jerawatku karena 3 hal: hot blood (jadi gak boleh makan coklat, chips-kentang goreng, gorengan lainnya, cabe, curry), alergi 4 musim, dan stress (banyak pikiran-hehehe…). Dia sendiri (cukup ngliatin aku, udah langsung tahu) bilang kalo hormonku normal, hanya high hormon (waduh, aku rak mudeng waktu dia njelasin ini karena komunikasi in English between us podho2 amburadul, hehehe…).

Dia juga menyarankan aku: sporting biar keringatan; biar scar di wajahku tidak ke-block. Tapi jangan terlalu berkeringat; jadi boleh spa tapi jangan steam (piye wis, nggawe bingung ki dokter…hahaha), lalu pantangan makanan di atas itu ya, jangan kebanyakan mikir (katanya aku suka baca buku lalu mikirin isi bukunya – walah ini dokter tambah lucu wae… arti stress versi dia), dan jerawat gak boleh dipencet2… ok deh.

Bagian paling baiknya, dia kasih resep yang gak bisa aku baca (karena semua huruf china) dan bilang pasti aku sembuh dan dalam 1 minggu udah ada hasil… tapi buntutnya, aku suru konsultasi lagi (biasa nih… konsultasi=keluar duit).

jamu herbal chinaInilah foto resep yang tidak bisa aku baca dan jamu herbal yang harus aku godok dan diminum selama 1 minggu. Obatnya rempah-rempah tradisional china dan wow… selalu penampakannya bikin ngeri kudu minum jamu akar2an, pohon2an kaya gitu… tapi ternyata ndak pahit sama sekali, lho malah kecut…(ndak seperti jamu jawa yang pahitnya minta ampun). Harga per bungkusnya $12 yang harus diminum selama 2x (2 hari) dan aku harus beli 3 bungkus untuk pemakaian seminggu. Untuk skin carenya, dia kasih cream china berupa batangan kecil yang harus aku cairkan dengan air hangat dan dioleskan ke wajah sebelum tidur setiap malam. Harga per batangnya $5.

Ok, hari ini postingannya bernada keluhan… lain kali postingan kabar gembira saat jerawatku sudah sembuh, dan aku kembali cantik hehehe….

Artikel yang berhubungan

Comments

2 Responses to “Kulitku Sayang, Kulitku Malang”

  1. Lia on December 11th, 2009 4:07 am

    hehee…disini & disana kog tetep sibuk dengan jerawat tho….lha udah diolesi madu blum seperti yg lia sarankan…dioles ke wajah sebelum mandi pagi & sore…biarkan mengering sendiri lalu basuh dengan air biasa, setelah itu boleh pake sabun muka bila emang biasa pakai. Jangan lupa Madunya harus PURE HONEY ya..ga boleh yg campuran… kalau disini Lia pakai Madu Arab beli di kampung arab. Nti deh nek dah di singapore, Pas kesana tak bawain..hehe..

    Btw, shinshe emang terkadang lebih ciamik dr dokter (maksudnya suka memberikan analisa dr melihat pasien & hanya memegang tangannya) hihihi tapi itulah yg disuka dr papa… Yang lebih percaya shinshe drpd dokter….

    Oh ya, jgn lupa kalau rebus Traditional Chinese Medicine kayak gitu, ga boleh pake panci aluminium lho..paling bagus kalau punya anglo yg khusus buat ngodok jamu shinshe..tuh dirumah ada..hahaa…Salam Jamu dr semarang..

  2. triwati on December 11th, 2009 4:46 am

    Kata shinse ini penyebabnya dari internal body, jadi tuh jerawat udah dikasih madu, jadi alum… tapi tiap hari selalu keluar baru, sampe ke leher dan punggung. Cie pengin ngatasi akar penyebabnya biar ndak terus muncul tiap hari.

Leave a Reply