Keputusan Bijaksana Sebagai Ortu

Jauh hari sebelum masa liburan panjang Natal & kenaikan kelas, Miss Fran (guru Kindy-nya Pingkan) ngajak diskusi aku & bojoku tentang perkembangan belajar si Pingkan di kelas. Dimulai dari analisa bahwa anakku ini nggak pernah aku ikutkan day care, asal negara kami, bahasa sehari-hari di rumah, maka memang masih terasa berat buat Pingkan untuk mempelajari bahasa inggris. Lalu saat itu diputuskan Pingkan untuk dimasukkan kelas intensif language untuk meningkatkan inggris-nya. Namun berjalannya waktu hingga akhir term ternyata Pingkan masih dirasa berat untuk naik ke year 1.

Miss Fran dengan hati-hati ngajak diskusi denganku pribadi dan dengan bojoku juga di laen hari. Kami bicara secara intens soal ini termasuk kelemahan dia dalam public speaking dan matematic. Apa yang dibahas oleh Miss Fran juga diamini dan diakui oleh kami berdua. Termasuk usulan dia agar Pingkan tinggal di Kindergarden dulu untuk 1 tahun lagi di 2009 ini, juga kami setujui dengan besar hati. Saat itu kami berdua berprinsip bahwa sekolah itu kan harus menyenangkan buat si anak. Dan faktor pertimbangan lain adalah kami ini nggak pengin jadi orang tua yang egois yang memaksa anaknya harus terus belajar keras hingga juara dan nomor 1 di kelas. Yang kami pengin adalah bahwa Pingkan menjadikan sekolah ini sumber kegembiraan dan belajar sesuatu yang baru setiap harinya yang selalu bikin dia enjoy.

Mengingat umurnya yang baru 5 tahun adalah masa yang sangat muda untuk memulai inggris dan matematika sekaligus. Di sisi lain Miss Fran pun mengatakan bahwa pribadi Pingkan sangat tidak menguatirkan dengan teman-teman baru nanti dan justru akan lebih cepat belajar dan lebih pintar dari sebelumnya.

Akhirnya keputusan untuk Pingkan stay dulu di Kindy 2009 ini kami buat sungguh dengan penuh kesadaran dan bijaksana demi perkembangan Pingkan, dan bukan egois orang tua semata. Dari pihakku pun akan menyiapkan diri jika ditanya oleh orang tua lain dan tidak ada kata malu anakku tinggal kelas.

Sekarang ini setelah sekolah dimulai kembali dan berjalan 3 minggu ini, Miss Fran kembali berbicara denganku dengan sangat meyakinkan bahwa “We made a great decision for her… now she’s really enjoy and everything look so easy for her and made her have a great confidence in classroom” YESS!!! Ini dia yang bikin aku bangga … ini yang kami mau buat anak2.

Emang betul liburan panjang kemaren bikin Pingkan kangen sekolah dan di rumah bisa belajar dengan sendirinya tanpa aku suruh. Inisiatifnya adalah kemajuan yang berarti. Dan terbukti dari kata-kata Miss Fran di atas.

Di sisi lain beberapa orang tua murid menanyakan aku kenapa aku membiarkan Pingkan tinggal di Kindy. Justru pertanyaan ini bikin aku penasaran, kenapa aku “membiarkan”? Lalu aku bertanya kepada Miss Fran dan flashback tentang hal ini. Aku bertanya kepadanya, seandainya pada saat itu aku tidak setuju Pingkan tinggal di Kindy, apa yang akan terjadi. Miss Fran mengatakan bahwa tugas guru adalah memberikan laporan perkembangan dan memberikan option kepada orang tua, jika ortu tidak setuju maka mereka tidak bisa berbuat apapun dan si anak akan naik ke year 1 meski mereka tau bahwa akan sangat berat buat si anak.

Dari jawaban ini aku menyimpulkan bahwa banyak orang Indo yang suka anaknya sekolah disini karena akan terus naik kelas dan tidak mengenal kata “tidak naik kelas” seperti sekolah di Indo. Eiiit nanti dulu… berarti sama sekali tidak benar… seperti yang aku alami. Juga seperti yang dilakukan oleh ortu dari Philipino yang menolak usulan guru agar anaknya stay di Kindy, pada akhirnya si anak tetap naik ke year 1 dengan catatan.

So, setinggi-tingginya mutu pendidikan sekolah di luar negeri ini tidak semata-mata membuat anak menjadi pintar dan hebat tapi pengaruh peran ortu seperti membuat keputusan seperti kami, juga menjadi faktor utama.

Alangkah senangnya Pingkan lebih maju dari sebelumnya dan karena dia dianugerahi sosialisasi yang tinggi maka kehadiran teman-teman baru bikin dia semangat dan tidak pernah malu dengan teman-teman lamanya yang sekarang di year 1.

Artikel lainnya

Comments

Leave a Reply