<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Pinggir Eriartha &#187; Renunganku</title>
	<atom:link href="http://triwatieriartha.com/category/renunganku/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://triwatieriartha.com</link>
	<description>Perjalanan &#38; Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Apr 2011 07:46:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Shio Macan 2010</title>
		<link>http://triwatieriartha.com/shio-macan-2010</link>
		<comments>http://triwatieriartha.com/shio-macan-2010#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 16:34:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Renunganku]]></category>
		<category><![CDATA[shio macan 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triwatieriartha.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Bisa dikatakan aku jarang banget bahkan anti untuk membaca/mendengar segala jenis ramalan yang berkaitan tentang masa depan.  Tapi tiba-tiba ide selintas pengin tahu apa ramalan feng shui tentang tahun Macan Emas 2010 kali ini; mungkin karena kebetulan shio-ku juga macan. Googling sebentar dan ini bunyi ramalan feng shui-nya. Di Timur, Macan melambangkan kekuasaan, hawa nafsu dan keperkasaan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://triwatieriartha.com/wp-content/uploads/2010/02/2010-Tiger-NewYear-Poster.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-231" title="2010-Tiger-NewYear-Poster" src="http://triwatieriartha.com/wp-content/uploads/2010/02/2010-Tiger-NewYear-Poster-300x245.gif" alt="" width="194" height="159" /></a>Bisa dikatakan aku jarang banget bahkan anti untuk membaca/mendengar segala jenis ramalan yang berkaitan tentang masa depan.  Tapi tiba-tiba ide selintas pengin tahu apa ramalan feng shui tentang tahun Macan Emas 2010 kali ini; mungkin karena kebetulan shio-ku juga macan. <a href="http://www.bambangoke.com/2010/01/tahun-macan-2010-ramalan-fengshui.html" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.bambangoke.com/2010/01/tahun-macan-2010-ramalan-fengshui.html?referer=');">Googling</a> sebentar dan ini bunyi ramalan feng shui-nya.</p>
<blockquote><p>Di Timur, <strong>Macan</strong> melambangkan kekuasaan, hawa nafsu dan keperkasaan. Sebagai pribadi yang suka berontak, beranekaragam dan tak dapat diramalkan, ia memegang kendali kekaguman dan kehormatan dari segala penjuru. Ia adalah pejuang yang ganas dan tak mengenal takut.</p>
<p>Macan adalah pribadi yang menyenangkan buat diajak bergaul, asal saja anda siap-sedia buat segala macam aktivitas yang datang bersama kepribadian dinamisnya. Vitalitas dan semangat hidup orang bershio Macan ternyata mudah menular. Ia pandai membangkitkan seluruh perasaan dalam diri orang, keculai ketidak acuhan. Dan tidak dapat dipungkiri, Macan yang memikat ini memang senang menjadi pusat perhatian.</p>
<p>Pembawaan Macan yang resah dan tak dapat berdiam diri menyebabkannya selalu tak sabar untuk bertindak. Namun, karena wataknya yang juga mudah curiga, ia terkadang menjadi ragu-ragu atau tergesa-gesa mengambil keputusan. Baginya sulit buat mempercayai orang lain atau menaklukkan pergolakan emosinya. Namun, walaupun temperamennya panas, ia juga tulus, penuh kasih sayang dan murah hati. Di samping itu ia punya selera humor yang mengagumkan.</p>
<p>Dalam kehidupan Macan mestilah ada suatu saat dimana ia akan bertindak hanya berdasarkan dorongan hatinya agar dapat memerankan semua peran fantastis yang diinginkannya. Yaitu, suatu kesempatan saat dimana ia dapat mencibir pada apa yang tak disetujuinya, mencaci masyarakat yang kolot dan mengejek tradisi yang terlalu mengikat. Macan harus mengekspresikan dirinya, menegakkan identitasnya dan membentuk kepribadiannya. Maka seandainya pemberontakan atau kesempatan untuk menyatakan pendapat secara blak-blakan ditawarkan padanya, maka jalan itulah yang akan dipilihnya untuk menyatakan, “Inilah diriku!” Walaupun demikian, sembilan dari sepuluh orang di antara kita bahkan cenderung buat menjagoinya. Kita boleh saja menggelengkan kepala melihat keberaniannya atau menahan napas melihat tindakannya yang gila, namun pada saat yang sama kita juga tak lupa memanjatkan doa dalam hati masing-masing baginya, dan bahkan kita ikut membagi kemenangan bersamanya waktu kita lihat dia sukses.</p>
<p>Kalau Macan sedang kesal, ia akan membutuhkan segerobak simpati dari anda. Jangan memperdebatkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Pada saat seperti ini logika tak berarti apa-apa baginya. Jangan segan-segan menghiburnya, sebab ia akan menghibur anda dua kali lebih banyak bila situasinya terbalik. Si Macan akan senang mendengarkan kata-kata bijak anda dan akan memperhatikan setiap nasihat. Namun, itu bukan berarti ia akan mengikutinya. Setelah anda pergi, yah, ada kemungkin besar Macan akan pergi juga dan melaksanaan apa yang telah direncanakannya semula!</p>
<p>Meskipun intensitas perasaannya terkadang membuatnya agak sulit diandalkan pada saat-saat yang menekan baginya, Macan masih dikenal mampu buat menyentuh perasaan publik. Kalau sedang berkepala dingin, pribadinya terasa hangat, sensitif dan simpatik. Sebaliknya, kalau sedang kumat, ia keras kepala, tak bisa ditolerir dan hanya tunduk pada kehendaknya sendiri.</p>
<p>Seperti juga Naga dan Ayam, warga Macan mempunyai ego yang amat besar. Uang, kekuasaan dan ketenaran tak akan berarti apa-apa baginya apabila egonya terluka. Dalam keadaan ini, Macan dapat menjadi pengacau yang paling busuk yang pernah anda temui. Ia akan melakukan apa saja untuk membalaskan dendamnya, meski harus ditebus dengan membakar rumahnya sendiri. Kata-kata yang tampak sepele bagi orang lain bisa saja membakar emosinya, padahal hal-hal besar dibiarkan lewat tanpa digubris. Ingatlah: Macan paling benci kalau diabaikan!</p>
<p>Dua kelemahannya dalam hidup ini adalah ketergesaannya di satu pihak, dan ketidak becusannya mengambil keputusan di lain pihak. Andainya ia belajar buat mengambil jalan tengah, Macan akan merupakan pribadi yang luar biasa sukses.</p>
<p>Di lubuk hati, Macan adalah orang yang amat romantis. Ia senang melucu, namun juga mesra dan sentimental sekaligus, makanya asyik juga jika kebetulan anda berpacaran atau menikah dengan seorang Macan. Namun, perlu diingat ia sangat posesif dan suka mencari gara-gara bila sedang cemburu.</p>
<p>Secara keseluruhan, kehidupan Macan memang berubah-ubah, diwarnai oleh tawa-ria, air mata, sakit hati, kegembiraan, putus asa dan oleh setiap perasaan lain yang dikenal manusia. Meskipun demikian, jangan sekali-kali mengasihani dirinya. Ia tak memerlukannya. Ia hanya dapat mencintai kehidupan apabila ia diperbolehkan buat mereguk isinya hingga puas, tentu berdasarkan cara yang dipilihnya sendiri. Macan adalah pribadi yang luar biasa optimis, yang akan selalu siap kembali bagi tantangan baru.</p>
</blockquote>
<p>Hahahahahahahaha&#8230;&#8230;. kaget juga setelah membaca ramalan ini. Karena sebagian besar (tidak semua) bisa mewakili gambaran karakterku sendiri. Kok bisa ya? Seolah-olah aku sedang membaca tentang pribadiku. Entah ini karena kebetulan saja ataukah ada faktor lain maka semuanya aku anggap sebagai intermezo di Imlek tahun ini.</p>
<p>Happy Chinese New Year untuk seluruh keluarga, sobat, teman-teman semuanya, ya&#8230;.  Selalu ucapannya semakin murah rejeki, kehidupan keluarga semakin bahagia, sekolah semakin pinter, yang pengin punya anak dikasih kesuburan tahun ini, yang belum kerja dikasih kesempatan kerja yang baik dan kenaikan pangkat, yang belum kesampaian cita-citanya semoga tercapai di tahun ini, yang belum punya jodoh ditemukan jodohnya tahun ini, yang pengin &#8230;. opo meneh yo, pokoke kesampaian kabeh tahun ini hehehehe&#8230;.. Tuhan memberkati!!!</p>
<p> </p>
<h3  class="related_post_title">Artikel lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://triwatieriartha.com/aku-kiva" title="Aku &#038; Kiva">Aku &#038; Kiva</a></li><li><a href="http://triwatieriartha.com/number-patterns-games-for-primary-school-pupils" title="Number Patterns Games For Primary School Pupils">Number Patterns Games For Primary School Pupils</a></li><li><a href="http://triwatieriartha.com/tak-kenal-kiva-maka-tak-sayang-kiva" title="Tak Kenal Kiva Maka Tak Sayang Kiva">Tak Kenal Kiva Maka Tak Sayang Kiva</a></li><li><a href="http://triwatieriartha.com/halo-wajah-baru" title="Halo Wajah Baru">Halo Wajah Baru</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triwatieriartha.com/shio-macan-2010/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook &amp; Reuni</title>
		<link>http://triwatieriartha.com/facebook-reuni</link>
		<comments>http://triwatieriartha.com/facebook-reuni#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 23:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renunganku]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[komentar di Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan minder]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan sombong]]></category>
		<category><![CDATA[reuni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triwatieriartha.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[  Gambar diatas mewakili perasaan beberapa orang yang muncul ketika bertemu dengan teman-teman lama di jejaring sosial seperti Facebook. Perasaan rindu karena sekian lama tidak berjumpa mendorong kita untuk menemukan kembali teman-teman sepermainan dulu yang sekarang entah dimana. Kita ingin tahu kabar keberadaannya, kehidupan kini, pekerjaan mereka, keluarga mereka, wajah dan penampilan mereka sekarang, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-197" title="facebook" src="http://triwatieriartha.com/wp-content/uploads/2009/12/facebook.jpg" alt="facebook" width="483" height="373" /></p>
<p> </p>
<p>Gambar diatas mewakili perasaan beberapa orang yang muncul ketika bertemu dengan teman-teman lama di jejaring sosial seperti <a href="http://facebook.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/facebook.com?referer=');">Facebook</a>. Perasaan rindu karena sekian lama tidak berjumpa mendorong kita untuk menemukan kembali teman-teman sepermainan dulu yang sekarang entah dimana. Kita ingin tahu kabar keberadaannya, kehidupan kini, pekerjaan mereka, keluarga mereka, wajah dan penampilan mereka sekarang, dan kabar lainnya.</p>
<p>Ironisnya, setelah kita tahu itu semua lalu muncul bentuk perasaan negatif lain. Kita mulai membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan yang sedang kita jalani. “Wah, si A udah jadi manager perusahaan nasional… dari foto-foto si B ternyata dia sudah keliling dunia…. si C yang orang kampung udah jadi orang hebat di Jakarta dan punya mobil… si D tinggal di Amerika…. si E yang dulunya nakal sekali, sekarang jadi pengusaha hebat, beristri cantik dan selalu liburan ke luar negeri, si F udah jadi arsitek, dokter, banker, trader, bla…bla…bla…..” Banyak banget cerita kesuksesan dari teman-teman sekolah kita dulu.<span id="more-196"></span></p>
<p>“Sedangkan AKU?” lalu muncul perasaan minder. “Aku cuma kuli, yang belum mampu beli rumah sendiri, yang berpenghasilan pas-pasan, tinggal di kota kecil, bisa akses Facebook aja karena fasilitas kantor.”</p>
<p>Coba lihat sisi sebaliknya. “Wah si A yang dulu juara kelas, sekarang cuma jadi pegawai negeri rendahan, si B yang dulu jagoan di kelas cuma dagang batik di pasar, si C kasihan ya, belum kawin-kawin juga padahal dulu ceweknya banyak, si D yang dulu kembang sekolah kok sekarang gendut jelek begitu, si E kok nasibnya kasihan ya, masih muda udah janda, nggak kerja juga, gimana kasih makan anaknya…. si F yang dulu sekolah pinter eh… cuma ibu RT dan tinggal di rumah aja, bla…bla…bla…”</p>
<p>“Sedangkan AKU?” lalu muncul perasaan superior dan sombong. “Kehidupanku jelas lebih baik dari mereka, aku punya karir dan jabatan penting, rumahku mewah, bisa pergi ke luar negeri kapan saja dan aku jauh lebih sukses di banding mereka…”</p>
<p>Ehmmm… sedikit banyak pasti kita mengalami perasaan di atas, kan? Entah bentuk perasaan yang mana tetapi proses membandingkan, saling iri, rendah diri, egois pasti muncul. Dan perasaan-perasaan itu tidak memberikan kenyamanan pada akhirnya atau malahan super percaya diri dibanding sebelumnya. Ini saya bicara sisi negatif “reuni maya”.</p>
<p>Sebaliknya banyak pula sisi positif dari “reuni maya” ini. Dengan membaca <em>update status</em> mereka, kita tahu hari ini mereka lagi gembira, apes, jengkel, lagi punya kesibukan tertentu, punya bayi baru, sedang marah, lagi concern pada hal tertentu, dan lain-lain. <a href="http://facebook.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/facebook.com?referer=');">Facebook</a> memberikan fasilitas bagi kita untuk berinteraksi langsung dengan memberikan <em>comments</em> atau mengirimkan <em>private message</em>. Disinilah muncul keprihatinan bersama, memberikan penghiburan satu sama lain, menghina satu sama lain (dalam konteks becanda) dan kadang memberikan komentar yang gak ada hubungannya sama sekali dengan isi status. Semua itu sah-sah saja dan tetap menghibur. Makanya <a href="http://facebook.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/facebook.com?referer=');">Facebook</a> selalu dikangeni karena celoteh <em>comments</em> yang beraneka ragam, disamping pengin tahu kabar teman-teman setiap hari.</p>
<p>Dari pertemuan di dunia maya ini lalu diikuti ide untuk berjumpa secara fisik alias reuni beneran. Ide reuni ini bisa bagus dan sekaligus tidak bermanfaat menurut saya. Bagus manakala mereka yang ketemuan ini adalah teman-teman yang “mampu”, mampu secara finansial (karena biasanya makan-makan di restoran atau jalan-jalan ke tempat tertentu, sewa hotel, dsb), saling berkangen-kangenan, saling mensupport jika antar teman menemui kesulitan hidup, merenda memori indah dulu di sekolah, mengingat kembali kenakalan remaja dan tertawa bersama….</p>
<p>Akan menjadi tidak bermanfaat bila beberapa teman menjadi rendah diri, malu, kelihatan tua, gemuk, merasa tidak sebanding jika bertemu dengan teman-teman yang lebih segalanya dari dia, dan akhirnya memutuskan tidak ikut reuni. Menurutku, ini pasti terjadi. Inilah kenapa ide reuni besar bagi saya kurang begitu menarik. Karena aku tidak mau kehilangan kelompok teman-teman yang terakhir ini.</p>
<h3  class="related_post_title">Artikel lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://triwatieriartha.com/walah-sepedaku-hilang" title="Walah&#8230; Sepedaku Hilang!!!">Walah&#8230; Sepedaku Hilang!!!</a></li><li><a href="http://triwatieriartha.com/belanja-ke-toko-ikan-di-sydney" title="Belanja Ke Toko Ikan Di Sydney">Belanja Ke Toko Ikan Di Sydney</a></li><li><a href="http://triwatieriartha.com/shio-macan-2010" title="Shio Macan 2010">Shio Macan 2010</a></li><li><a href="http://triwatieriartha.com/langkanya-field-partner-indonesia" title="Langkanya Field Partner Indonesia">Langkanya Field Partner Indonesia</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triwatieriartha.com/facebook-reuni/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang-Orang Hebat Dalam Hidupku 2</title>
		<link>http://triwatieriartha.com/orang-orang-hebat-dalam-hidupku-2</link>
		<comments>http://triwatieriartha.com/orang-orang-hebat-dalam-hidupku-2#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 07:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renunganku]]></category>
		<category><![CDATA[Bartolomeus Purwantoro]]></category>
		<category><![CDATA[kepercayaan diri]]></category>
		<category><![CDATA[orang hebat dalam hidupku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triwatieriartha.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Cerita lama ini berasal dari sesosok pribadi dengan ciri-ciri rambut ikal mengembang, dengan tulang di pergelangan tangan kanannya yang menonjol lantaran kecelakaan. Suatu ketika si dia ini mengundang kami bertiga (aku, Luluk &#38; almh. Indah) masuk ke dalam pastoran gereja. Dia bilang bahwa dia punya nama panggilan khusus untuk masing-masing dari kami. Tapi yang aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-150" title="manga-meuw" src="http://triwatieriartha.com/wp-content/uploads/2009/10/manga-meuw.jpg" alt="manga-meuw" width="178" height="178" />Cerita lama ini berasal dari sesosok pribadi dengan ciri-ciri rambut ikal mengembang, dengan tulang di pergelangan tangan kanannya yang menonjol lantaran kecelakaan.</p>
<p>Suatu ketika si dia ini mengundang kami bertiga (aku, Luluk &amp; almh. Indah) masuk ke dalam pastoran gereja. Dia bilang bahwa dia punya nama panggilan khusus untuk masing-masing dari kami. Tapi yang aku ingat hanya namaku. Dia memberiku nama “anulir”. Bagiku itu bukan sebuah nama yang umum.</p>
<p>Tapi dia kemudian menguraikan alasan di balik nama itu. Dia menilai aku sebagai sosok pribadi yang mampu meluruskan sesuatu yang salah. Aku punya kemampuan untuk mengembalikan orang kepada “jalan yang benar”. Dan aku punya talenta untuk mendampingi dan mengubah orang lain menuju hal yang lebih postif. Itulah arti anulir menurutnya. Dan itu nama panggilan khusus yang diberikan untukku, dan sejak itu dia memanggilku “An…An…Anulir” hehe… Terasa aneh pada mulanya tapi kemudian aku memandangnya sebagai sebuah penghargaan yang bernilai. Dia ternyata bisa “membaca” pribadiku, yang aku sendiri pun tidak menyadari memiliki potensi itu. Ini sebuah sanjungan.<span id="more-149"></span></p>
<p>Di lain hari ketika aku dan adikku, Ling-Ling belajar membuat roti pertama kami, tiba-tiba dia menelpon dan menanyakan apa yang sedang aku kerjakan saat itu. Spontan, dia bilang bahwa dia akan datang segera ke rumahku untuk mencoba roti buatan kami. Wah, kaget banget rasanya dan aku ungkapkan keberatanku ke dia, karena aku malu, ternyata roti yang kami buat gagal total alias bantat hahaha… tapi dia ngotot mau dolan ke rumah, dan dengan berat hati aku bilang rotinya ndak enak tapi kalo mau datang ya ok aja tapi jangan menyesal.</p>
<p>Aku dan adikku deg-degan menunggu kedatangannya sambil berharap dia mengurungkan niatnya. Tapi rupanya harapan kami sia-sia karena 15 menit kemudian dia datang dengan motor Hondanya.</p>
<p>Kalau mengenang saat-saat itu sungguh aku masih selalu ketawa. Betapa aku malu menyuguhkan roti bantat untuknya, tapi anehnya dia nampak biasa-biasa saja, kemudian memakannya sampai habis sementara aku dan adikku cuma bengong melihatnya makan dengan lahap. Setelah itu dia bilang sambil senyum, “Enak kok… siapa bilang ndak enak”. Hahaha… aku tahu dia bohong untuk menyenangkan hati kami, pikirku saat itu. Tapi dia berhasil membuat hatiku senang.</p>
<p>Di episode lain ketika aku dan teman-teman berkumpul untuk acara <em>Antiokhia</em>. Dia tertarik dengan renungan malam yang kami rencanakan dan mempunyai usulan lagu yang cocok dengan tema renungan. Kemudian dia mengajarkan lagu itu kepadaku. Lagu tanpa judul, dan dia menyanyi tanpa iringan musik. Aku mempelajari iramanya dan menulis liriknya seperti ini:</p>
<blockquote><p>“Anakku tersayang, kau jauh di mata…<br />
Namun engkau dekat di hati…<br />
Kudoakan slalu,di siang dan malam…<br />
Agar tercapai segala citamu…<br />
Bila kau rindu padaku pandanglah bulan…<br />
Kan kubiaskan segala cinta kasihku…<br />
Bila kau rindu padaku pandanglah bulan…<br />
Kan kubiaskan segala cinta kasihku…”</p></blockquote>
<p>Lagu ini indah dan syahdu banget dan memang cocok dibawakan saat renungan malam. Lagu tanpa judul ini aku ingat hingga sekarang dan aku nyanyikan juga di acara retret mahasiswa, dengan iringan gitar suamiku.</p>
<p>Hari demi hari begitu menyenangkan setiap kali berjumpa dengan dia di gereja. Dia selalu tersenyum dan tertawa, dan akrab dengan teman-teman Mudika semuanya. Aku tidak merasa diistimewakan oleh dia, justru aku merasa tersanjung dengan apa yang diperbuatnya untukku. Dia memandangku sebagai teman. Suatu petang dia menelponku dan meminta kesediaanku untuk datang ke pastoran saat itu juga, penting sekali katanya. Lalu segera aku pergi ke pastoran menemui dia dan ternyata tidak ada teman lain. Dia hanya mengundang aku secara pribadi. Suasana terasa berbeda karena dia nampak tidak seperti biasanya. Dan dugaanku benar. Kami duduk berhadap-hadapan, dan dia bilang, “Aku kepingin nangis…” dan aku hanya terdiam dan menunggu dia menangis.</p>
<p>Aku tidak tahu harus bersikap bagaimana. Aku hanya menyaksikan dia menangis dan setelah selesai dia bilang, “Sori ya aku nangis…” Dah cuma itu lalu aku pulang dan dia merasa lega ada yang menemani menangis. Dan hingga hari sesudahnya, aku tetap tidak tahu masalah berat apa yang sedang dia hadapi, dan aku tidak punya keberanian pula untuk bertanya. Hanya satu hal yang aku ingat bahwa dia memberikan kepercayaannya untukku; aku layak dijadikan teman berbagi.</p>
<p>Dia adalah <strong>Bartolomeus Purwantoro</strong>. Dulu aku memanggilnya Frater Meuw. Sosok pribadi yang meletakkan fondasi penting tentang kepercayaan diri. Dia yang membantu aku mengenal dan menggali potensi diriku. Dan dia tahu caranya membuat aku tersanjung dan merasa istimewa.</p>
<p>Lewat tulisan ini, aku mengagumi dia; mengagumi apa yang telah dia perbuat untukku dan aku berharap bisa berbuat yang sama untuk orang lain. Dia layak menjadi contoh baik untuk semua orang.</p>
<p>Meski saat ini aku kehilangan kontak dengannya, aku selalu berdoa dan selalu berharap berkat Tuhan senantiasa mengalir untuknya dan keluarga.</p>
<h3  class="related_post_title">Artikel lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://triwatieriartha.com/blog-baru-vitamin-kehidupan" title="Blog Baru &#8220;Vitamin Kehidupan&#8221;">Blog Baru &#8220;Vitamin Kehidupan&#8221;</a></li><li><a href="http://triwatieriartha.com/beli-telur-di-sydney" title="Beli Telur Di Sydney">Beli Telur Di Sydney</a></li><li><a href="http://triwatieriartha.com/sydney-travelpass" title="Sydney TravelPass">Sydney TravelPass</a></li><li><a href="http://triwatieriartha.com/tetap-waspada" title="Tetap Waspada">Tetap Waspada</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triwatieriartha.com/orang-orang-hebat-dalam-hidupku-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang-Orang Hebat Dalam Hidupku 1</title>
		<link>http://triwatieriartha.com/orang-orang-hebat-dalam-hidupku-1</link>
		<comments>http://triwatieriartha.com/orang-orang-hebat-dalam-hidupku-1#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 03:40:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renunganku]]></category>
		<category><![CDATA[orang hebat]]></category>
		<category><![CDATA[orang yang aku kagumi]]></category>
		<category><![CDATA[Romo F Widyantardi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triwatieriartha.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Kurang lebih 17 tahun, aku tidak pernah bertemu dia. Dan kemudian baru bulan yang lalu, komunikasi terjalin kembali. Aku cuma pengin cerita bahwa ada begitu banyak orang yang “membentuk” diri kita hingga seperti sekarang ini. Dan beliau adalah salah satu dari sekian orang yang dulu begitu dekat dan aku segani. Dia memberi motivasi, kepercayaan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kurang lebih 17 tahun, aku tidak pernah bertemu dia. Dan kemudian baru bulan yang lalu, komunikasi terjalin kembali. Aku cuma pengin cerita bahwa ada begitu banyak orang yang “membentuk” diri kita hingga seperti sekarang ini. Dan beliau adalah salah satu dari sekian orang yang dulu begitu dekat dan aku segani. Dia memberi motivasi, kepercayaan dan pengharapan yang begitu besar pada ku waktu aktif sebagai Mudika Paroki Pekalongan dulu. Ada beberapa kejadian yang selalu aku ingat dan membekas hingga sekarang bersama beliau.</p>
<p>Ketika itu SMA, aku mengikuti Kaderisasi Mudika se-Keuskupan Purwokerto sebanyak 3x di Hening Griya. Aku merasa bangga karena termasuk terpilih untuk jadi “role model” teman-teman Mudika saat itu. Setiap kali ke Hening Griya aku selalu bersamanya. Dia sopir yang baik tapi kadang-kadang suka ngebut juga hehehe… dan dia selalu minta aku duduk di sampingnya &#8211; biar jadi kenek, katanya- dan suruh nemani dia ngobrol biar ndak ngantuk ketika nyopir. Dan kemudian di acara ini aku dipertemukan dengan Mudika hebat lainnya dari paroki lain; ada rasa ciut juga waktu itu tapi beliau ini kayaknya mantap saja dan selalu mendampingi kami.<span id="more-140"></span></p>
<p>Kemudian ada perhelatan akbar yaitu Pertemuan Raya Mudika se-Keuskupan Purwokerto (1991 kalo gak salah). Bagiku ini acara Mudika yang paling bergengsi saat itu. Dan tanpa diduga, bisa-bisanya aku terpilih secara aklamasi sebagai ketua umumnya. Ketidakyakinan akan kemampuanku langsung spontan kuungkapkan ke beliau, dan aku menolak jabatan maha penting itu. Di antara teman-teman Mudika (yang SMA seperti aku) dan KKMK (mereka yang lebih dewasa dan telah bekerja), aku merasa down dan ndak punya pengalaman sama sekali menangani perhelatan akbar semacam ini. Namun sekali lagi, beliau ini bilang, kenapa aku menolak… ini adalah mandat dan kepercayaan. Dia memotivasi aku, tapi aku tetap memutuskan untuk turun jabatan sebagai Ketua I saja.</p>
<p>Ketika Temu Raya itu berlangsung di SMA St. Bernardus, Pekalongan, beliau tiba-tiba mencari keberadaanku yang saat itu sedang menyapu di salah satu ruang kelas. Dia berkacak pinggang dan terheran-heran sambil berkata, “Ketua kok nyapu? Ayo, itu kamu dicari Mudika Tegal pengin kenalan dan ketemu sama yang buat booklet…” (yang bikin booklet dan pembuat kata pengantarnya, aku). Aku cuma ketawa dengar komentar dia.</p>
<p>Kadang-kadang aku ikut dia waktu misa dan kunjungan ke rumah umat di stasi. Kalau tidak salah, kami ke stasi Kajen waktu itu. Setelah misa kemudian dilanjutkan pemberkatan rumah. Karena kondisi sudah malam dan penerangan lampu jalan yang kurang begitu jelas, kami nyasar mencari rumah umat yang dimaksud. Mungkin ada 1 jam ndak ketemu karena saat itu belum ada fasilitas HP seperti sekarang ini. Ketika tiba di rumah tersebut ternyata umat yang berkumpul setia menunggu kami dan pemberkatan rumah dilanjut makan2 berjalan lancar. Meski seorang imam, dia tetap manusia biasa… di saat nyasar gitu, bisa nesu-nesu juga… hahaha….</p>
<p>Aku bersyukur menjadi salah satu saksi sisi kehidupan dia yang lain. Di saat misa maupun setelah misa berakhir, banyak umat memberi salam, memuji-muji, mengagumi dan menghormati dia, namun setelah itu dia kembali ke kehidupan nyata, yo iso nesu, yo iso muring-muring jengkel, yo iso nyelelek dan ngledekin orang lain… dan aku pernah tau itu.</p>
<p>Moment lain yang tidak pernah aku lupakan adalah keinginanku menjadi misdinar perempuan, yang di gereja Pekalongan tidak diijinkan. Tapi beliau ini memberikan kelonggaran untukku, asal dilakukan di stasi. Bersama temanku yang laen (Theo, Wilsa, Leksono, Martono) aku dilatih dan dipersiapkan menjadi misdinar. Wuiiih, aku seneng banget meski hanya 1x misa saja… dan berjalan lancar meski deg-degan setengah mati. Dan setelah itu, curi-curi dikit minum anggurnya hahaha…</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-141" title="romo wid3" src="http://triwatieriartha.com/wp-content/uploads/2009/09/romo-wid3.jpg" alt="romo wid3" width="114" height="205" />Beliau adalah Romo Fransiscus Widyantardi, Pr (Rm. Wid) yang berperan mempengaruhi dan membentuk hidupku. Tulisan ini adalah secangkir kekagumanku buat Romo Wid, yang saat ini memegang posisi penting di Keuskupan Purwokerto. Dan setelah sekian lama tidak ketemu, ternyata beliau tidak melupakan aku (ini tambahan surprise yang lain). Inilah gambaran romo dalam arti sebenarnya; yang ngemong, yang sederhana, yang bikin aku merasa nyaman… dan tentu umat lain pasti merasakan hal yang sama. Tuhan memberikan kepanjangan tanganNya melalui Romo Wid.</p>
<h3  class="related_post_title">Artikel lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://triwatieriartha.com/jason-marz-live" title="Jason Marz (Live)">Jason Marz (Live)</a></li><li><a href="http://triwatieriartha.com/cara-beli-tiket-kereta-di-sydney" title="Cara Beli Tiket Kereta Di Sydney">Cara Beli Tiket Kereta Di Sydney</a></li><li><a href="http://triwatieriartha.com/berkat-tuhan-yang-lebih-besar" title="Berkat Tuhan Yang Lebih Besar">Berkat Tuhan Yang Lebih Besar</a></li><li><a href="http://triwatieriartha.com/ruwetnya-pindahan-rumah" title="Ruwetnya Pindahan Rumah">Ruwetnya Pindahan Rumah</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triwatieriartha.com/orang-orang-hebat-dalam-hidupku-1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

