Kangen Pisang Rojo

Dasar kesenengane nggoreng gedhang, giliran urip ning Sydney, golek gedhang rojo rak ono… waduh, takon wong indo kene jarene nganggo “sugar banana” … tak coba wis emang rupane koyo pisang kepok tapi jenis e beda, yo ora manis juga… wah… kangen pisang rojo tuek sing nek digoreng methu madu-ne ….wuih hmmmmmm… mbayangke ae…

Keputusan Bijaksana Sebagai Ortu

Jauh hari sebelum masa liburan panjang Natal & kenaikan kelas, Miss Fran (guru Kindy-nya Pingkan) ngajak diskusi aku & bojoku tentang perkembangan belajar si Pingkan di kelas. Dimulai dari analisa bahwa anakku ini nggak pernah aku ikutkan day care, asal negara kami, bahasa sehari-hari di rumah, maka memang masih terasa berat buat Pingkan untuk mempelajari bahasa inggris. Lalu saat itu diputuskan Pingkan untuk dimasukkan kelas intensif language untuk meningkatkan inggris-nya. Namun berjalannya waktu hingga akhir term ternyata Pingkan masih dirasa berat untuk naik ke year 1.

Miss Fran dengan hati-hati ngajak diskusi denganku pribadi dan dengan bojoku juga di laen hari. Kami bicara secara intens soal ini termasuk kelemahan dia dalam public speaking dan matematic. Apa yang dibahas oleh Miss Fran juga diamini dan diakui oleh kami berdua. Termasuk usulan dia agar Pingkan tinggal di Kindergarden dulu untuk 1 tahun lagi di 2009 ini, juga kami setujui dengan besar hati. Saat itu kami berdua berprinsip bahwa sekolah itu kan harus menyenangkan buat si anak. Dan faktor pertimbangan lain adalah kami ini nggak pengin jadi orang tua yang egois yang memaksa anaknya harus terus belajar keras hingga juara dan nomor 1 di kelas. Yang kami pengin adalah bahwa Pingkan menjadikan sekolah ini sumber kegembiraan dan belajar sesuatu yang baru setiap harinya yang selalu bikin dia enjoy.

Mengingat umurnya yang baru 5 tahun adalah masa yang sangat muda untuk memulai inggris dan matematika sekaligus. Di sisi lain Miss Fran pun mengatakan bahwa pribadi Pingkan sangat tidak menguatirkan dengan teman-teman baru nanti dan justru akan lebih cepat belajar dan lebih pintar dari sebelumnya.

Akhirnya keputusan untuk Pingkan stay dulu di Kindy 2009 ini kami buat sungguh dengan penuh kesadaran dan bijaksana demi perkembangan Pingkan, dan bukan egois orang tua semata. Dari pihakku pun akan menyiapkan diri jika ditanya oleh orang tua lain dan tidak ada kata malu anakku tinggal kelas.

Sekarang ini setelah sekolah dimulai kembali dan berjalan 3 minggu ini, Miss Fran kembali berbicara denganku dengan sangat meyakinkan bahwa “We made a great decision for her… now she’s really enjoy and everything look so easy for her and made her have a great confidence in classroom” YESS!!! Ini dia yang bikin aku bangga … ini yang kami mau buat anak2.

Emang betul liburan panjang kemaren bikin Pingkan kangen sekolah dan di rumah bisa belajar dengan sendirinya tanpa aku suruh. Inisiatifnya adalah kemajuan yang berarti. Dan terbukti dari kata-kata Miss Fran di atas.

Di sisi lain beberapa orang tua murid menanyakan aku kenapa aku membiarkan Pingkan tinggal di Kindy. Justru pertanyaan ini bikin aku penasaran, kenapa aku “membiarkan”? Lalu aku bertanya kepada Miss Fran dan flashback tentang hal ini. Aku bertanya kepadanya, seandainya pada saat itu aku tidak setuju Pingkan tinggal di Kindy, apa yang akan terjadi. Miss Fran mengatakan bahwa tugas guru adalah memberikan laporan perkembangan dan memberikan option kepada orang tua, jika ortu tidak setuju maka mereka tidak bisa berbuat apapun dan si anak akan naik ke year 1 meski mereka tau bahwa akan sangat berat buat si anak.

Dari jawaban ini aku menyimpulkan bahwa banyak orang Indo yang suka anaknya sekolah disini karena akan terus naik kelas dan tidak mengenal kata “tidak naik kelas” seperti sekolah di Indo. Eiiit nanti dulu… berarti sama sekali tidak benar… seperti yang aku alami. Juga seperti yang dilakukan oleh ortu dari Philipino yang menolak usulan guru agar anaknya stay di Kindy, pada akhirnya si anak tetap naik ke year 1 dengan catatan.

So, setinggi-tingginya mutu pendidikan sekolah di luar negeri ini tidak semata-mata membuat anak menjadi pintar dan hebat tapi pengaruh peran ortu seperti membuat keputusan seperti kami, juga menjadi faktor utama.

Alangkah senangnya Pingkan lebih maju dari sebelumnya dan karena dia dianugerahi sosialisasi yang tinggi maka kehadiran teman-teman baru bikin dia semangat dan tidak pernah malu dengan teman-teman lamanya yang sekarang di year 1.

Ruwetnya Pindahan Rumah

Asem tenan… gara-gara pindahan flat, ADSL ku macet 1 bulan mergo ndak tau kalo mau pindahan rumah mesti kasih info pindahan 2 minggu sebelumnya. Emang bener proses transferring ini bikin frustasi dan ndak sabar, semua blog jadi tidak ke-update… (ranking Alexa jadi anjlok nih hehehe…)

Masalah laennya, urusan listrik dan telepon. Kalo pindahan gini, account listrik dan telepon yang lama mesti ditutup dulu dan kemudian buka account baru lagi sesuai dengan alamat yang baru, tapi udah gak perlu pake deposit lagi asal tetap menggunakan nama yang sama.

Soal rumah yang lama; mesti butuh waktu juga untuk tarik bond money dari council, lalu sama agent real estate masih dipotong untuk biaya steam carpet (ini emang ada dalam perjanjianku dulu pertama apply rent house). Lalu di rumah baru mesti buat perjanjian baru, setor bond money dan 2x sewa flat di muka, mengisi condition report (memberi catatan awal kondisi rumah sebelum ditempati; mungkin kran bocor, cat tembok mengelupas, lantai bekas oli, karpet berlubang, dll) agar saat kita selesai dengan kontrak rumah ini tidak bertanggung jawab dengan kerusakan yang ada yang udah kita sebutin di condition report.

Jangan lupa juga ubah alamat semua surat-surat yang ditujukan ke rumah lama dengan alamat baru karena seringkali penghuni lama enggan menuliskan RTS (Return To Sender-kembali ke pengirim)) pada semua mail untuk penghuni lama yang masih terkirim.

Di rumah baru; berhubung sekarang kami sewa flat, enaknya gak perlu bayar rekening air kaya dulu ketika di townhouse; jadi cuma bayar rekening listrik dan gas aja. Soal telepon, emang udah ada sambungan telepon di dalam rumah, tapi kita nggak perlu nyambung layanan telepon kalo nggak merasa perlu.

Oh ya soal gas; pemakaian gas untuk keperluan masak dan air panas (buat mandi), nggak seperti di Indo yang mesti beli tabung gas melainkan udah ada service dan saluran gas dari tabung besar di tiap rumah, sehingga yang perlu kita lakukan hanya menelpon perusahaan seperti AGL atau Energy Australia untuk buka account gas. Dan kami memilih AGL untuk semua account listrik dan gas (seperti di townhouse dulu).

Ini postinganku yang pertama di flat yang baru dengan sambungan ADSL yang baru menyala…asiik, produktif lagi, ah…

Sarapan Murah AU$2 Only

Kalo kamu kebeneran jalan-jalan di Rhodes Shopping Center, jangan lupa sempetkan diri menikmati sarapan murah di Ikea. Banyak orang memilih sarapan di tempat cozy seperti Ikea ini karena selain nyaman dan colourful, harganya cuma AU$2 per porsi.  Harga segitu udah dapet scrambble egg, hash brown (kentang goreng) 2 biji, sosis, bacon, grill tomat… sedep dan murah meriah, sayangnya kurang banyak :-) ) Untuk pilihan minum teh, kopi atau soft drink cuma AU$1.95 per gelas dan bisa kamu isi berulang-ulang sampe puas. Siiiip, kan?

Kenapa mereka bisa jual sarapan dengan harga murah? Lihat gambar sebelah ini, ada tag yang diletakkan di meja yang menjelaskan kepada customer kenapa makanan yang dijual di restoran Ikea ini murah, antara lain karena alasan tiap customer diminta untuk membersihkan meja dan peralatan makan masing-masing setelah selesai makan, sehingga mereka dapat mengurangi biaya dan waktu. Well, cukup bijaksana, bukan? dan idenya apik gitu loh… customer dididik dapet harga murah tapi mesti ada timbal balik buat mereka juga, good deal, guys!!!

Langit Biru Di Central

Ini pemandangan yang aku demen selama di Sydney yaitu menikmati langit biru… awan cerah… dan terkadang setelah hujan masih bisa lihat pelangi… wow … meski banyak mobil tapi udara bersih, gak padat polusi kaya di Indo… ini aku pajang foto langit biru diatas bangunan klasik Central Station (sembari nunggu bis jadi nyempetin moto :-)

Beli Telur Di Sydney

Umumnya kita beli telur di Indo dengan model kilo-an, ya kan? mau 1 kg, seperempat kg atau berapa butir lalu ditimbang baru kita bayar. Tapi kalo di Sydney nggak seperti itu; telur2 udah dikemas dalam 1 pak isi 12 butir atau 2 lusin yang udah dibedakan menurut ukurannya. Ada yang 1 pak kemasan telur 800 gr harganya sekitar AU$2.80-3.20, kemasan 700 gr AU$2.70-3.00, kemasan 600 gr AU$2.60-2.80, yang paling kecil kemasan 550 gr harganya sekitar AU$2.70-an. Tapi yang paling umum dijual yang kemasan 800 gr & 700 gr.

Beda ukuran kemasan emang beda ukuran telur di dalamnya. Dari foto di samping pasti kalian bisa bedakan kalo yang besar itu berasal dari kemasan 800 gr dan yang lebih kecil itu dari kemasan 700 gr. Jadi di Sydney gak ada model beli telur 1 kg; yang paling besar ya 800 gr. Dan kalo kamu belanja telurnya di Aldi, tiap telur ada markingnya seperti stempel udah lolos uji gitulah.

Belanja Ke Toko Ikan Di Sydney

Hari ini aku mau cerita tentang belanja ikan di Sydney. Banyak hal menarik yang pasti tidak kita jumpai di pasar ikan di Indonesia. Perbedaan yang mencolok adalah kalo di Indo, orang jual ikan, daging sapi dan ayam di pasar tradisional tapi kalo di Sydney, selain dijual di supermarket juga banyak kita jumpai toko khusus seafood, beef dan chicken. Entar aku posting satu per satu, ya… sekarang kita melancong ke toko ikan di Maroubra Junction namanya Fish Market @ Maroubra. Eh… sebetulnya ada pasar ikan yang lebih besar disini yang menjadi tujuan visitor yaitu Fish Market Pyrmont tapi berhubung aku belum pernah serius bikin foto disana, entar next time ya…
Seperti kita lihat di foto, toko ikan ini ditata dengan semenarik mungkin dengan lampu2 kecil di langit2 yang langsung menyorot ikan2 yang ditata. Semua ikan dipajang di etalase kaca dan stainless steel membuat kesan bersih dan rapi.

Read more

Eksport Import Produk Indonesia, jebul…..???

Dulu waktu masih tinggal dan kuliah di Undip aku sempet terkagum-kagum banyak perusahaan nasional yang bisa eksport ke luar negeri. Aku sempet berpikir gimana ya caranya mencari channel di luar negeri sehingga bisa memasarkan produk lokal kepada customer asing. Pasti jalan yang ditempuh adalah ikutan pameran produk di luar negeri yang biasanya diadakan karena kerjasama antar kedutaan atau memang mendapat undangan langsung dari pihak promotor asing. Beberapa contohnya seperti produk jamu Sido Muncul, Nyonya Meneer, Indofood, dll kok hebat begitu gampangnya eksport.

Tapi ternyata setelah tinggal di Sydney, aku mulai “terbuka” bahwa ternyata eksport ke luar negeri tidak sehebat seperti yang aku kira sebelumnya. Ternyata banyak toko-toko Indo dan asia di Sydney yang menjual produk-produk makanan dari Indonesia seperti Indomie, kecap ABC, bumbu Kokita, bumbu Munik, kacang garuda, produk jamu sido muncul, nyonya meneer, minyak kayu putih cap Lang, hingga tabloid Cek&Ricek, majalah Femina, semua komplit ada di toko milik orang Indo di Sydney. Dan semua barang-barang produk Indo itu mereka dapatkan dari supplier/importir orang Indo juga yang khusus import dari Indo. walah… walah…. baru ngerti aku sekarang.

Jadi proses eksport import emang dilakukan dari dan oleh orang-orang Indo juga. Tapi disini aku hanya bicara soal produk makanan lho… dan tidak berlaku untuk produk laen seperti furniture dan laennya. Intermezo, waktu mamahku baru tinggal di amerika juga pernah bilang kalo di amerika juga banyak toko dan resto Indo yang jual sayur asem dan gudeg. Waktu itu aku setengah ndak percaya, tapi sejak di Sydney aku mulai percaya.

P.S Mohon maaf bagi pihak-pihak tertentu yang mungkin keberatan dengan tulisanku ini, dan ini semata-mata hanya pendapat pribadi yang bisa jadi salah CMIIW :-)

Sydney TravelPass

Untuk melakukan perjalanan selama kamu di Sydney ada 5 macam transportasi umum yang bisa kamu pakai yaitu bis, kereta, ferry, tram dan monorail. Dan ke 5 jenis transportasi tersebut udah diatur jadwal dan rutenya sedemikian rupa; dicetak melalui brosur dan leaflet, kemudahan memperoleh tiket di station maupun newsagents, layar2 monitor, papan2 penunjuk arah, yang kesemuanya itu diatur untuk mempermudah visitor dan penduduk Sydney sendiri.
Entar aku bahas satu per satu biar lebih detail secara bertahap, ya. Sekarang aku mau ngomongin soal tiketnya dulu yaitu tiket bis, kereta, dan ferry; tram dan monorail menyusul. Kenapa? karena tiket untuk tram dan monorail dibeli secara terpisah dan bahkan untuk tram kita membelinya onboard (dibeli setelah kita menaiki tram & nanti akan ada petugas yang menagih karcis). Sedangkan untuk bis, kereta dan ferry kita bisa membelinya secara 2 macam yaitu tiket untuk masing-masing sekali perjalanan (single ticket) atau pulang pergi (return ticket) untuk rute yang sama dan yang lebih hemat travelpass ticket yang bisa kita beli untuk tempo mingguan, 2 mingguan, 3 bulan dan setahun.
Read more

Cara Beli Tiket Kereta Di Sydney

beli tiket kereta melalui station ticket office Beli tiket kereta di Sydney sebetulnya gampang aja asal udah tau caranya. Yaitu pertama, kamu bisa membeli tiket melalui station ticket office(loket) di setiap station dengan dilayani langsung oleh customer servicenya. Disini kamu bisa nanya kalo kamu bingung tentang arah tujuan kamu dan harus pindah atau transfer kereta yang laen, mereka akan kasih saran dan tiket yang harus dibeli. Dan melalui loket gini, kamu ndak harus bayar secara cash (tunai) tapi bisa melalui EFTPOS mesin (nggesek kartu debit tabungan atau kartu kredit).
beli tiket kereta melalui ticket vending machine Cara kedua, melalui ticket vending machine. Nah kalo mau pake mesin ini kamu mesti tau dulu cara pakenya. Kalo masih belajar cara pake mesin bisa nanya petugas kereta yang jaga dan saat ndak ada orang antri tiket. Karena biasanya jam-jam pagi dan sore hari pulang kerja, mesin tiket ini banyak diantri orang. Buat referensi kamu, sedikit aku kasih gambaran soal cara pake mesin tiket ini sebagai berikut:

Read more

Next Page →