Aku & Kiva
Di jaman serba “kompleks” ini saya memang memiliki sejumlah ganjalan hidup. Salah satunya adalah hal memberikan derma. Maksud hati berbuat baik dengan memberikan santuan atau bantuan kepada pihak yang memerlukan, tapi di sisi hati yang lain ada perasaan dibohongi, disakiti, manakala bantuan ikhlas yang kita berikan lalu disalahgunakan, yang berujung tidak memberikan manfaat apapun kepada pihak yang bersangkutan. Proses perjalanan bantuan uang dari satu pihak kepada pihak yang lain seringkali dipangkas di tengah jalan oleh oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan kesempatan ini dan menelannya untuk dirinya pribadi. Oleh karena itu, saya berpikir tentang konsep kepercayaan dalam berderma. Dan pilihan saya jatuh kepada Kiva.
Saya pribadi sudah mendengar Kiva beberapa bulan silam dan semakin tertarik ketika dibahas dalam acara talk shownya Oprah Winfrey. Tapi baru beberapa hari ini tergerak mendalami Kiva secara detail. Dan ternyata saya baru mengetahui bahwa untuk memulai menjadi seorang lender (pemberi pinjaman), saya bisa memulai hanya dengan $25 saja. Wahhhh… informasi ini yang terlambat saya ketahui. Semula saya pikir bahwa menjadi lender, kita mesti memberikan sumbangan ratusan dollar, sehingga saat itu saya memutuskan untuk menunda rencana bergabung. Entah mengapa beberapa hari ini saya tergerak untuk mendalami Kiva secara serius dan lebih banyak informasi yang saya dapatkan sesudahnya. Tidak butuh waktu lama berpikir untuk bergabung. Atas persetujuan suami tercinta, tgl 3 Desember 2009 kemaren saya dan suami resmi bergabung dengan Kiva.org. Read more
Orang-Orang Hebat Dalam Hidupku 2
Cerita lama ini berasal dari sesosok pribadi dengan ciri-ciri rambut ikal mengembang, dengan tulang di pergelangan tangan kanannya yang menonjol lantaran kecelakaan.
Suatu ketika si dia ini mengundang kami bertiga (aku, Luluk & almh. Indah) masuk ke dalam pastoran gereja. Dia bilang bahwa dia punya nama panggilan khusus untuk masing-masing dari kami. Tapi yang aku ingat hanya namaku. Dia memberiku nama “anulir”. Bagiku itu bukan sebuah nama yang umum.
Tapi dia kemudian menguraikan alasan di balik nama itu. Dia menilai aku sebagai sosok pribadi yang mampu meluruskan sesuatu yang salah. Aku punya kemampuan untuk mengembalikan orang kepada “jalan yang benar”. Dan aku punya talenta untuk mendampingi dan mengubah orang lain menuju hal yang lebih postif. Itulah arti anulir menurutnya. Dan itu nama panggilan khusus yang diberikan untukku, dan sejak itu dia memanggilku “An…An…Anulir” hehe… Terasa aneh pada mulanya tapi kemudian aku memandangnya sebagai sebuah penghargaan yang bernilai. Dia ternyata bisa “membaca” pribadiku, yang aku sendiri pun tidak menyadari memiliki potensi itu. Ini sebuah sanjungan. Read more
Aku & Forex
Aku melihat sebidang chart ini selayaknya permainan; kadang menang dan kadang bisa kalah. Setiap orang punya trik dan strategi. Anehnya meskipun seseorang membagikan rahasia strategi untuk memenangkan permainan ini, tetap saja orang lain yang menirunya belum tentu beroleh hasil yang memuaskan seperti dia. Seperti ibarat orang yang membuat sambal dengan bumbu yang persis sama dan peralatan yang persis sama, tetap akan menghasilkan rasa yang berlainan oleh orang yang berbeda. Ini unik karena ulekan tangan yang membuat sambal punya irama dan tekanan yang berbeda. Persis keadaannya dengan meniru strategi orang lain, yang akan tetap berbeda hasilnya karena olahan pikiran dan kreativitas manusia yang berbeda.
Dari cara berpikir seperti ini yang membuatku tidak pernah kuatir bahwa akan memiliki gaya trading tersendiri. Dan aku berdoa kepada Tuhan, tunjukkanlah caranya. Ibarat orang sedang belajar menunggang kuda, aku berdoa tunjukkanlah bagaimana caranya mengendalikan kuda ini, bukan mengalahkannya. Dengan konsep mengendalikan berarti kita tidak pernah memaksa kuda ini menuruti kemauan kita semata tapi juga memahami secara lembut seekor kuda; kapan dia letih dan kapan saatnya memacu.
Meski forex sungguh-sungguh beresiko besar tapi setelah 1 tahun lebih jatuh bangun di dunia ini, aku mulai belajar “mengendalikan”. Analisa, tentukan waktu masuk market, dan mendapatkan hasil yang kita mau. Jika belum saatnya masuk market, aku harus mengendalikan diri untuk tidak menuruti hawa nafsu dan tidak boleh terpengaruh faktor serakah dan ingin cepat kaya. Aku hanya ingin memahami kondisi pasar dan pergerakan harga, seperti halnya mengetahui kemana angin berhembus.
Orang-Orang Hebat Dalam Hidupku 1
Kurang lebih 17 tahun, aku tidak pernah bertemu dia. Dan kemudian baru bulan yang lalu, komunikasi terjalin kembali. Aku cuma pengin cerita bahwa ada begitu banyak orang yang “membentuk” diri kita hingga seperti sekarang ini. Dan beliau adalah salah satu dari sekian orang yang dulu begitu dekat dan aku segani. Dia memberi motivasi, kepercayaan dan pengharapan yang begitu besar pada ku waktu aktif sebagai Mudika Paroki Pekalongan dulu. Ada beberapa kejadian yang selalu aku ingat dan membekas hingga sekarang bersama beliau.
Ketika itu SMA, aku mengikuti Kaderisasi Mudika se-Keuskupan Purwokerto sebanyak 3x di Hening Griya. Aku merasa bangga karena termasuk terpilih untuk jadi “role model” teman-teman Mudika saat itu. Setiap kali ke Hening Griya aku selalu bersamanya. Dia sopir yang baik tapi kadang-kadang suka ngebut juga hehehe… dan dia selalu minta aku duduk di sampingnya – biar jadi kenek, katanya- dan suruh nemani dia ngobrol biar ndak ngantuk ketika nyopir. Dan kemudian di acara ini aku dipertemukan dengan Mudika hebat lainnya dari paroki lain; ada rasa ciut juga waktu itu tapi beliau ini kayaknya mantap saja dan selalu mendampingi kami. Read more
Kangen Pisang Rojo
Dasar kesenengane nggoreng gedhang, giliran urip ning Sydney, golek gedhang rojo rak ono… waduh, takon wong indo kene jarene nganggo “sugar banana” … tak coba wis emang rupane koyo pisang kepok tapi jenis e beda, yo ora manis juga… wah… kangen pisang rojo tuek sing nek digoreng methu madu-ne ….wuih hmmmmmm… mbayangke ae…
Pingkan Ultah ke-6
Nggak terasa anak perempuan yang kulahirkan 6 tahun silam sekarang udah tambah gedhe, tambah mentel, yang pasti ceriwis banget…hehehe… Dia udah merongrong aku sejak tahun lalu menanyakan kapan ulang tahunnya, kok lama banget gak ulang taun
) rupanya dia iri melihat teman2nya ultah, membawa kue & lollies bag ke sekolah dan pada saat school assembly maju kedepan, berbicara pake mic dan mendapat stiker. Walah… walah… sampe kesel juga menjawab pertanyaan yang bertubi2 beberapa bulan ini, hingga akhirnya hari yang ditunggu 28 Maret tiba… eh jatuhnya hari sabtu dan sekolah libur, tapi tetep dia pengin menyiapkan roti dan lolies bag untuk dibagikan ke temen2 pada hari seninnya.
Persiapan dilakukan sepenuhnya oleh Lilo & Pingkan, dari mulai beli lolies bag, permen2 & isinya hingga membaginya ke tiap lollies bag dan malam harinya sepulang kerja aku sibuk membuat cupcakes.
Sebenarnya biar nggak repot, aku bermaksud untuk beli cupcakes aja; tapi ngeliat harga per cupcake bisa $2.50-3.50, aku putuskan bikin sendiri aja (dari ide temenku) dengan beli bahan cupcakes yang udah jadi, cuma $4 per kotak. Jauh lebih irit dan enak juga rasanya, lumayanlah!
Keputusan Bijaksana Sebagai Ortu
Jauh hari sebelum masa liburan panjang Natal & kenaikan kelas, Miss Fran (guru Kindy-nya Pingkan) ngajak diskusi aku & bojoku tentang perkembangan belajar si Pingkan di kelas. Dimulai dari analisa bahwa anakku ini nggak pernah aku ikutkan day care, asal negara kami, bahasa sehari-hari di rumah, maka memang masih terasa berat buat Pingkan untuk mempelajari bahasa inggris. Lalu saat itu diputuskan Pingkan untuk dimasukkan kelas intensif language untuk meningkatkan inggris-nya. Namun berjalannya waktu hingga akhir term ternyata Pingkan masih dirasa berat untuk naik ke year 1.
Miss Fran dengan hati-hati ngajak diskusi denganku pribadi dan dengan bojoku juga di laen hari. Kami bicara secara intens soal ini termasuk kelemahan dia dalam public speaking dan matematic. Apa yang dibahas oleh Miss Fran juga diamini dan diakui oleh kami berdua. Termasuk usulan dia agar Pingkan tinggal di Kindergarden dulu untuk 1 tahun lagi di 2009 ini, juga kami setujui dengan besar hati. Saat itu kami berdua berprinsip bahwa sekolah itu kan harus menyenangkan buat si anak. Dan faktor pertimbangan lain adalah kami ini nggak pengin jadi orang tua yang egois yang memaksa anaknya harus terus belajar keras hingga juara dan nomor 1 di kelas. Yang kami pengin adalah bahwa Pingkan menjadikan sekolah ini sumber kegembiraan dan belajar sesuatu yang baru setiap harinya yang selalu bikin dia enjoy.
Mengingat umurnya yang baru 5 tahun adalah masa yang sangat muda untuk memulai inggris dan matematika sekaligus. Di sisi lain Miss Fran pun mengatakan bahwa pribadi Pingkan sangat tidak menguatirkan dengan teman-teman baru nanti dan justru akan lebih cepat belajar dan lebih pintar dari sebelumnya.
Akhirnya keputusan untuk Pingkan stay dulu di Kindy 2009 ini kami buat sungguh dengan penuh kesadaran dan bijaksana demi perkembangan Pingkan, dan bukan egois orang tua semata. Dari pihakku pun akan menyiapkan diri jika ditanya oleh orang tua lain dan tidak ada kata malu anakku tinggal kelas.
Sekarang ini setelah sekolah dimulai kembali dan berjalan 3 minggu ini, Miss Fran kembali berbicara denganku dengan sangat meyakinkan bahwa “We made a great decision for her… now she’s really enjoy and everything look so easy for her and made her have a great confidence in classroom” YESS!!! Ini dia yang bikin aku bangga … ini yang kami mau buat anak2.
Emang betul liburan panjang kemaren bikin Pingkan kangen sekolah dan di rumah bisa belajar dengan sendirinya tanpa aku suruh. Inisiatifnya adalah kemajuan yang berarti. Dan terbukti dari kata-kata Miss Fran di atas.
Di sisi lain beberapa orang tua murid menanyakan aku kenapa aku membiarkan Pingkan tinggal di Kindy. Justru pertanyaan ini bikin aku penasaran, kenapa aku “membiarkan”? Lalu aku bertanya kepada Miss Fran dan flashback tentang hal ini. Aku bertanya kepadanya, seandainya pada saat itu aku tidak setuju Pingkan tinggal di Kindy, apa yang akan terjadi. Miss Fran mengatakan bahwa tugas guru adalah memberikan laporan perkembangan dan memberikan option kepada orang tua, jika ortu tidak setuju maka mereka tidak bisa berbuat apapun dan si anak akan naik ke year 1 meski mereka tau bahwa akan sangat berat buat si anak.
Dari jawaban ini aku menyimpulkan bahwa banyak orang Indo yang suka anaknya sekolah disini karena akan terus naik kelas dan tidak mengenal kata “tidak naik kelas” seperti sekolah di Indo. Eiiit nanti dulu… berarti sama sekali tidak benar… seperti yang aku alami. Juga seperti yang dilakukan oleh ortu dari Philipino yang menolak usulan guru agar anaknya stay di Kindy, pada akhirnya si anak tetap naik ke year 1 dengan catatan.
So, setinggi-tingginya mutu pendidikan sekolah di luar negeri ini tidak semata-mata membuat anak menjadi pintar dan hebat tapi pengaruh peran ortu seperti membuat keputusan seperti kami, juga menjadi faktor utama.
Alangkah senangnya Pingkan lebih maju dari sebelumnya dan karena dia dianugerahi sosialisasi yang tinggi maka kehadiran teman-teman baru bikin dia semangat dan tidak pernah malu dengan teman-teman lamanya yang sekarang di year 1.
Dibalik Kesuksesan Band Samson
Ini copas dari postingan di forum, selamat menikmati 
Sekilas Info Mengenai Lagu Samson
Di Tahun 1980-an, Dunia heboh mengetahui ternyata banyak sekali artis tenar seperti Michael Jackson, Bee Gees, Guns ‘n Roses, dan lainnya – ternyata banyak mendoktrin manusia dengan ajaran sesat di balik lagu-lagunya… Sebagai contoh, Lagu ‘BEAT IT’ – milik Michael jackson jika diputar secara terbalik ternyata ada kata-kata yang menghujat Tuhan dan menyembah iblis secara berulang-ulang. Kasus ini ditemukan, hampir di semua lirik lagu artis tenar pada jaman itu. Pihak pemerintah, pemimpin agama dan usahawan – menutup rapat-rapat skandal ini tanpa ada penjelasan apapun.
Salah satu Sobat Gemintang, tanpa sengaja memutar lagu ‘Kenangan Terindah’ – Samsons secara terbalik, entah kebetulan atau disengaja, dia menemukan sesuatu di’balik’ lagu tersebut… Bahkan jika dilihat pada gambar di samping, sang Drummer membentuk simbol segitiga yang merepresentasikan simbol tertentu.
http://www.gemintang.com/misteri_di_balik_lagu_samson.php
nb: Harap diperbesar volume speaker anda, karena direkam langsung via recorder.
Merry Christmas

Mepe bantal ketiban pelem
Sugeng Natal lan Berkah Dalem
Ruwetnya Pindahan Rumah
Asem tenan… gara-gara pindahan flat, ADSL ku macet 1 bulan mergo ndak tau kalo mau pindahan rumah mesti kasih info pindahan 2 minggu sebelumnya. Emang bener proses transferring ini bikin frustasi dan ndak sabar, semua blog jadi tidak ke-update… (ranking Alexa jadi anjlok nih hehehe…)
Masalah laennya, urusan listrik dan telepon. Kalo pindahan gini, account listrik dan telepon yang lama mesti ditutup dulu dan kemudian buka account baru lagi sesuai dengan alamat yang baru, tapi udah gak perlu pake deposit lagi asal tetap menggunakan nama yang sama.
Soal rumah yang lama; mesti butuh waktu juga untuk tarik bond money dari council, lalu sama agent real estate masih dipotong untuk biaya steam carpet (ini emang ada dalam perjanjianku dulu pertama apply rent
house). Lalu di rumah baru mesti buat perjanjian baru, setor bond money dan 2x sewa flat di muka, mengisi condition report (memberi catatan awal kondisi rumah sebelum ditempati; mungkin kran bocor, cat tembok mengelupas, lantai bekas oli, karpet berlubang, dll) agar saat kita selesai dengan kontrak rumah ini tidak bertanggung jawab dengan kerusakan yang ada yang udah kita sebutin di condition report.
Jangan lupa juga ubah alamat semua surat-surat yang ditujukan ke rumah lama dengan alamat baru karena seringkali penghuni lama enggan menuliskan RTS (Return To Sender-kembali ke pengirim)) pada semua mail untuk penghuni lama yang masih terkirim.
Di rumah baru; berhubung sekarang kami sewa flat, enaknya gak perlu bayar rekening air kaya dulu ketika di townhouse; jadi cuma bayar rekening listrik dan gas aja. Soal telepon, emang udah ada sambungan telepon di dalam rumah, tapi kita nggak perlu nyambung layanan telepon kalo nggak merasa perlu.
Oh ya soal gas; pemakaian gas untuk keperluan masak dan air panas (buat mandi), nggak seperti di Indo yang mesti beli tabung gas melainkan udah ada service dan saluran gas dari tabung besar di tiap rumah, sehingga yang perlu kita lakukan hanya menelpon perusahaan seperti AGL atau Energy Australia untuk buka account gas. Dan kami memilih AGL untuk semua account listrik dan gas (seperti di townhouse dulu).
Ini postinganku yang pertama di flat yang baru dengan sambungan ADSL yang baru menyala…asiik, produktif lagi, ah…

