Trik Kena Tilang di Indonesia
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.
Polisi (Pol) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir ( Sop ) : Baik Pak?
Pol : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak
Pol : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang?lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh? wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana? kalo ada pasti saya pasang
Pol : Sudah?saya tilang saja?kamu tau gak banyak mobil curian sekarang? (dengan nada keras !! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak, ini kan bukan mobil curian!
Pol : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya?Saya mau yg warna BIRU aja
Pol : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?
Pol : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU? Dulu kamu bisa minta form BIRU? tapi sekarang ini kamu Gak bisa? Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)
Dalam hati saya ?berani betul sopir taksi ini ?
Pol : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU? Bapak kan yang gak mau ngasih
Pol : Kamu jangan macam-macam yah? saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh? kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)
Wah ? wah hebat betul nih sopir ?. berani, cerdas dan trendy ? (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
Pol : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan?shoot pertama? (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )
Pol 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)
lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang.
Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
Pol 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak?. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)
Pol : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)
Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp..30.600 sambil berkata ?nih kamu bayar sekarang ke BRI ? lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu?..
Sop : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak?
Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada saya, ?Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya … mau transfer uang tilang. Saya berkata ya silakan.
Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, ? ?Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.? ?Untung saya paham macam2 surat tilang.?
Tambahnya, ?Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI?. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!?
Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:
SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.
Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan
oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang… Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang..
SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda.
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.
You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.
(Copas dari teman)
Bantuan dari Kiva

Maaf beribu maaf ya, teman-teman… Ternyata blog saya ini dibaca banyak orang dan meninggalkan comments yang lama tak terjawab. Berhubung banyak urusan kepindahan negara sejak 2 tahun yang lalu dan berganti profesi plus faktor malas, membuat blog ini ndongkrok tidak terurus hehehe… Makasih buat pujian dan semua komentar yang masuk ya.
Kali ini saya kepingin nulis tentang Kiva lagi, karena ada beberapa komentar masuk yang menanyakan ke saya perihal bagaimana mendapatkan bantuan dari Kiva untuk menunjang usahanya atau bagi yang ingin memulai berwirausaha dan membutuhkan bantuan modal.
Jadi begini, pada dasarnya kita tidak bisa mendapatkan bantuan modal dari Kiva secara perorangan. Dibutuhkan media perantara yang disebut koperasi (atau istilah di Kiva yaitu Field Partner).
Secuil penjelasan singkat dari Kiva, saya cuplikan disini:
Kiva’s work is made possible through an extensive network of microfinance organizations around the world. We call these our Field Partners. Our Field Partners are responsible for screening borrowers, posting loan requests to Kiva, disbursing loans and collecting repayments, and otherwise administering Kiva loans.(Cara kerja Kiva dilakukan melalui jaringan luas organisasi keuangan mikro di seluruh dunia. Kami menyebutnya Mitra Lapangan. Mitra Lapangan ini bertanggung jawab untuk menyeleksi orang-orang yang mengajukan pinjaman dana, pengajuan permintaan pinjaman ke Kiva, lalu menyalurkan pinjaman itu dan mengumpulkan pembayarannya, dan juga mengembalikan pemberian pinjaman itu ke Kiva.)
Nah Field Partner ini pada umumnya berbentuk koperasi yang memberikan pinjaman lunak kepada masyarakat menengah ke bawah. Detailnya pernah saya tulis disini Tak Kenal Kiva Maka Tak Sayang Kiva. Koperasi inilah yang menjalin hubungan dengan Kiva dan menyalurkan dana dari mereka kepada masyarakat. Namun sayangnya hanya 3 koperasi di Indonesia yang menjadi Field Partner Kiva saat ini sehingga bantuan dari Kiva ini hanya bisa dinikmati sebagian kecil masyarakat kita saja.
Lebih jelasnya, bapak, ibu, saudara/i yang kepingin mendapatkan bantuan dari Kiva, Anda bisa menghubungi koperasi-koperasi di bawah ini (data berdasarkan update 28 Maret 2012):
1. VisionFund Indonesia, dimiliki oleh Mitra Masyarakat Sejahtera dan Wahana Visi Indonesia (email:visionfundindonesia@wvi.org). Koperasi ini beroperasi di Jakarta dan Surabaya.
2. Koperasi Mitra Usaha Kecil beralamat di Jl. Pelopor No. 20, Blimbingsari, Melaya – Jembrana, Bali – Indonesia 82252
Telp: 0365 – 4707200, 0365 – 4708182
Email: ksu_muk@yahoo.com, ksu.muk@gmail.com, iriantow@indo.net.id
Website: http://mitrausahakecil.com
3. Tanaoba Lais Manekat Foundation (TLM), beralamat di Jl. Soekarno 14 Kupang- Nusa Tenggara Timur 85122.
Telp (571) 366-0790
Email:gpib@palu.wasantara.net.id atau tlmfoundation@ytlm.org. Websitenya http://www.ytlm.org/
Mengenai persyaratan dan prosedure pinjaman, silakan ditanyakan langsung kepada mereka, ya. Semoga apa yang saya sampaikan diatas menjawab pertanyaan Anda.
Buat mereka yang ingin berbuat yang sama seperti saya, dengan menjadi donatur Kiva; saat ini Kiva mempunyai program spesial Free Trial $25 klik disini http://bit.ly/GWUWX6 untuk info lebih lanjut.
Keep sharing, keep giving…!!!
Number Patterns Games For Primary School Pupils
Minggu Kedua dan Ketiga di Singapore
Hari ke-7 Senin ini akhirnya aku berhasil janjian ama temen Herry namanya Nary, ERA real estate agent untuk viewing unit. Singkat kata singkat cerita, setelah viewing, rembugan ama suami, kami putuskan untuk mengkontrak unit tersebut untuk setahun. Tandatangan LOI (Letter of Intent) dan bayar deposit sebesar sewa 1 bulan. Ahhhh…. rasanya seneng banget lho, bisa dapat tempat secepat ini dgn harga yg reasonable pula, dan letaknya di tengah2 Singapore, dekatan ama flat-nya Herry juga.
Sungguh aku merasa bersyukur kepada Tuhan, semoga diberikan kelancaran hingga seterusnya. Bahkan Nary juga nantinya akan bantu aku untuk daftar account listrik, air dan gas.
Hari ke-8 aku datang ke interview kerja yang pertama, dan masih nunggu hasilnya apa diterima kerja disitu ato nggak. Datang ke tempat ini, aku pake acara nyasar yang pertama kali nih di Spore. Soalnya pertamanya aku pergi sendiri. Sebelum brangkat, udah nyari lokasi melalui google map. Prakteknya aku bingung nyari bus stop; nanya ke Passenger Service di MRT udah dikasih ancer2, lalu giliran nyampe di bus stop yg dimaksud ternyata ada 4 bus stop disitu dan yang sangat mengherankan, tak satu pun orang-orang disana yang bisa bantu aku nyari bus stop yg aku maksud, gendheng ndak tuh…. entah mereka bener2 sangat individual, memang ora mudeng dalan, apa ndak ada niat bantu orang lain, mbuh lah…. Padahal pengalamanku di Sydney, pertama kali kita cari tempat dan bawa peta, eh… tau2 orang lain datang menawarkan bantuan informasi lho, dikasih tau arah jalannya; orang Sydney lebih welcome, kayanya… entah lah, aku belum bisa menilai ya, kan masih minggu kedua tinggal disini, jadi seringkali aku masih membanding2kan antara Sydney dan Singapore.
Akhirnya, aku menemukan sendiri bus stop yang aku cari; ternyata masih harus menyebrang jalan dan arahnya berlawanan. Untungnya aku menyiapkan waktu 2 jam sebelumnya untuk brangkat, sekalian aku hitung waktu jika pake acara nyasar kaya gini hehehe…..
Terus… dalam rangka menyiapkan semua dokumen untuk melengkapi convert PR, Nary dan suaminya, Kenneth bantu kami untuk pendaftaran PUB account. PUB account yang dimaksud adalah account listrik dan air. Sebetulnya syarat untuk membuka account PUB baru ini harus menunjukkan NRIC (ktp-nya Sporean) tapi berhubung kami resident baru dan Kenneth juga ikut melobi urusan ini, akhirnya kami berhasil membuka account baru dgn menggunakan paspor, namun dikenakan deposit 2x lipat yaitu $140. Jika kami nantinya udah punya NRIC, tinggal menghubungi kantor mereka lagi (SP Services), maka separo deposit akan dikembalikan.
Oh ya, lupa crita. Untuk urusan convert PR Singapore ini akhirnya kami memilih cara melalui relocation. Syaratnya: harus menunjukkan ke pihak ICA (imigrasi) dokumen2 antara lain: tenancy agreement (untuk menyewa flat selama min. 1 tahun), deposit receipt dan advance rental, PUB account dan telephone line account. Di samping itu hasil medical report, dan mengisi beberapa form identity card dan entry permit.
Nah, masih ada 1 hal yang kurang yaitu pasang telpon rumah. Masih mempertimbangkan antara Starhub dan Singtel, kami coba membandingkan keduanya melalui brosur2, pendapat orang, forum dari sisi contract, keunggulan dan promosi masing2. Kurang lebihnya mereka menawarkan harga dan program yang bersaing sih, tapi akhirnya kami lebih condong memilih Starhub.
Berhubung liburan Imlek dan semua bisnis center tutup, terpaksa nunggu hingga tgl 16 Feb mereka mulai operasional lagi. Langkah pertama menuju ke Starhub di Tampines Mall. Mereka menanyakan tentang NRIC dan sistem mereka tidak bisa menerima pendaftaran account baru dengan paspor. Udah dibarengi argumen dan agak ngotot tetep tidak membuahkan hasil, ya wis….
Dua hari sesudahnya, Nary mengingatkan soal telpon line account ini lagi untuk mencoba di Singtel dan hanya mendaftar telpon rumah saja (tidak perlu ambil program broadband hanya untuk keperluan convert PR aja). Aku pikir bener juga saran Nary, maka segera ke Singtel di Tampines Mall dan lagi2 mereka menolak tanpa NRIC. Lalu segera sesudahnya pergi ke Somerset di Singtel pusat. Disinipun kami berhadapan dengan CS yang menolak tanpa NRIC. Akhirnya aku dan suamiku berpikir bahwa tgl 19 Feb (appointment dgn pihak ICA) nanti kami akan jelaskan ke mereka tentang kesulitan buka telphone line account ini dan berharap mereka memahami.
Berhubung belum ada kabar dari pihak MOE tentang sekolah anakku maka aku menelpon pihak MOE tentang progress case kami. Eh ternyata katanya mereka sudah mengirimkan surat sejak tgl 10 Feb dan memberikan surat rekomendasi primary school yang masih ada lowongan untuk anakku. Walah… ternyata progresnya lebih cepat dari yang aku duga, karena semula mereka bilang akan diproses kurang lebih 2-3 minggu. Tapi pelayanan kementrian pendidikan ini aku akui bagus banget, bener-bener personal, ramah dan aku sebagai warga baru benar2 merasa welcome (alias diuwongke, hehehe…).
Miskomunikasi ini terjadi karena aku belum menempati flat baru itu, sedangkan surat sudah dikirimkan ke alamat baru itu. Maka aku kontak Nary supaya dibantu untuk mengambilkan surat dari MOE ini. Tapi di hari yang sama aku putuskan untuk ke sekolah yang dimaksud dan menanyakan tentang rekomendasi MOE ini. Pihak sekolah juga welcome dan menanyakan tentang kondisi pendidikan anakku sebelumnya di Sydney. Disini kami mendapatkan masukan yang berharga, antara lain dari sisi level pendidikan. Lilo, tahun ini seharusnya naik year 3 di Sydney, namun harus melalui tes penilaian di sekolah Singapore karena mereka memiliki kurikulum dan standard yang berbeda; apakah Lilo masuk grade primary school 2 atau 3 versi Singapore. Sedangkan Pingkan berdasarkan umur 7 tahun ini memang berada di level primary 1. Namun keduanya tetap harus menjalani assesment test di sekolah tersebut. Assesment test seharusnya dilakukan jika kami bisa menunjukkan NRIC, namun suamiku bilang bahwa kami akan convert PR besok pagi tgl 19 Feb, oleh karena itu mereka merasa maklum dan melakukan assesment test saat itu juga.
Hal kedua tentang bahasa. Bahwa tiap pelajar di Singapore ini harus menguasai 2 bahasa yaitu Inggris dan mother tongue-nya. Mother tongue ini berdasarkan race. Berhubung race kami Chinese maka anak2 akan mendapatkan pelajaran bahasa Chinese sebagai second language-nya. Namun disini kami berterus terang ke mereka kalo kami ini sama sekali gak bisa bahasa mandarin. Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian utama kami, terutama untuk Lilo. Karena Lilo udah di level 3 maka bahasa mandarin di level 3 udah sangat kompleks dan bagi Lilo yang no knowledge sama sekali akan sangat susah bagi dia untuk mengejar. Karena anak2 disini sudah mulai belajar mandarin sejak umur 4 tahun. Namun ternyata ada yang namanya Exemption. Kami diberikan option untuk memilih Exemption ini ke MOE agar Lilo tidak ikut pelajaran Chinese di sekolah disertai alasan. Dan Lilo akan belajar Chinese di tuition di luar sekolah. Pihak sekolah hanya mengingatkan begini, kalo kami memaksa diri mendaftarkan Lilo ikut bahasa Chinese di sekolah maka konsekuensinya Lilo harus mengikutinya hingga primary 6. Aku dan suamiku langsung ambil keputusan bahwa akan sangat berat buat Lilo untuk mengejar ketertinggalan bahasa Chinese, dan kami sama sekali gak mau kalo sambutan pertama Lilo di sekolah baru membuat dia stress gara-gara masalah ini. Dan di sisi lain, ternyata untuk primary 2 or 3, tidak ada keharusan untuk mengikuti second language di sekolah, namun keharusan buat Pingkan yang mendaftar di primary 1. Konsekuensinya Pingkan pun harus mengejar ketertinggalan ini nantinya melalui les privat di luar jam sekolah. Jika kami memutuskan Pingkan tidak mengikuti bahasa Chinese di sekolah maka diharuskan Pingkan mengambil les bahasa asing lain (Prancis, Jerman ato yg laen) di luar jam sekolah, namun reportnya harus dikirimkan ke sekolah.
Pengajuan exemption ini akan dikirimkan ke MOE oleh pihak sekolah. Kata mereka biasanya MOE akan menyetujui namun sifatnya case by case, jadi tidak ada garansi persetujuan. Jika MOE menyatakan tidak setuju maka Lilo harus mengikuti bahasa Chinese hingga primary 6.
Hari ini tgl 19 Feb, waktu yang kami tunggu2 untuk convert PR. Mengingat jadwal ICA yang sangat padat (e-appointment udah dari awal feb tapi dapat jatah antri hari ini) maka ini saat yang kami tunggu-tunggu untuk segera melegalkan status kami disini. Setelah menunggu, nomor kami dipanggil, kami maju berdua dan anak2 nunggu di kursi. Semua dokumen udah kami siapkan malam sebelumnya, hanya masalah telpon account saja yang belum lengkap. Nah, kekuranglengkapan inilah yang jadi bahan pertanyaan pihak officer, lalu kami jelaskan duduk persoalannya. Seluruh dokumen yang lain sudah diperiksa satu per satu, dicocokkan antara dokumen asli dan fotocopy. Disuruh menunggu sebentar dan kemudian kami diharuskan untuk masuk ke ruang interview.
Di ruang interview inilah, kami bertemu dengan officer yang lebih senior dan mendapati 2 issue penting mengapa mereka menunda untuk memproses convert PR ini. Yaitu tentang relokasi. Di tenancy agreement dan PUB account kami tercantum untuk pindah dan menempati flat baru yaitu tgl 1 Maret. Artinya detik ini kami belum menempati flat tersebut. Inilah yang menjadi perhatian pihak ICA. Bahwa jika kami mengajukan convert PR by relocation artinya sekarang ini kami seharusnya sudah stay di alamat tersebut, sementara kenyataanya kami masih menempati flat sementara di lokasi yang berbeda. Hal inilah yang membuat convert PR by relocation tidak sah. Tapi ndak papa, mereka bilang agar kami datang lagi tgl 2 Maret dan otomatis mereka akan tahu bahwa kami sudah bertempat tinggal di alamat tersebut.
Issue kedua tentang masalah telephone line account. Mereka bilang bahwa seharusnya kami menghubungi pihak Singtel di Somerset dan langsung bertemu dengan manager-nya dan menyampaikan approval letter dari ICA, semua pemegang LPR ini langsung mendapat account baru melalui Singtel di Somerset. Sebetulnya kami pun sudah melakukan hal tersebut, namun … Herry pernah mengingatkan kalo berhubungan dengan pihak ICA jangan sampe emosi entar suratnya ndak keluar (hehehe) okelah, omongan dia digugu, kita mantuk2 wae… dan berjanji ke mereka akan kita coba lagi ke Somerset.
Lalu baiknya, mereka bilang kita tidak perlu melalukan e-appointment lagi, tapi tgl 1 or 2 Maret langsung datang dengan membawa surat bukti dari Singtel. Ya udah, kami keluar kantor ICA dengan agak-agak gimana gitu… ndak happy, ya… tapi gimana lagi.
Langkah selanjutnya langsung meluncur ke Singtel di Somerset. Eh lha kok kali ini semuanya berjalan mulus lho… asem tenan ndak tuh. Ketemu dengan CS yang berbeda, kami bilang keperluan kami dan nunggu antrian lama, dan berhasil. Jika kami bisa menunjukkan NRIC, kami tidak dikenakan deposit. Karena hanya menggunakan paspor maka dikenakan deposit $200 dan akan di-refund jika nantinya kami menunjukkan NRIC. Wis, akhirnya kami udah punya nomor telepon rumah, tinggal nunggu diaktifkan minggu depan. Hehehehe…. memang dibutuhkan perjuangan dan kesabaran yang tiada habis-habisnya nih kalo urusan dokumen. Selama belum dijedok, durung nduwe KTP, dibela-belani piye carane, yo rak? hehehe…. pengalamanku manis tenan!!!!
Shio Macan 2010
Bisa dikatakan aku jarang banget bahkan anti untuk membaca/mendengar segala jenis ramalan yang berkaitan tentang masa depan. Tapi tiba-tiba ide selintas pengin tahu apa ramalan feng shui tentang tahun Macan Emas 2010 kali ini; mungkin karena kebetulan shio-ku juga macan. Googling sebentar dan ini bunyi ramalan feng shui-nya.
Di Timur, Macan melambangkan kekuasaan, hawa nafsu dan keperkasaan. Sebagai pribadi yang suka berontak, beranekaragam dan tak dapat diramalkan, ia memegang kendali kekaguman dan kehormatan dari segala penjuru. Ia adalah pejuang yang ganas dan tak mengenal takut.
Macan adalah pribadi yang menyenangkan buat diajak bergaul, asal saja anda siap-sedia buat segala macam aktivitas yang datang bersama kepribadian dinamisnya. Vitalitas dan semangat hidup orang bershio Macan ternyata mudah menular. Ia pandai membangkitkan seluruh perasaan dalam diri orang, keculai ketidak acuhan. Dan tidak dapat dipungkiri, Macan yang memikat ini memang senang menjadi pusat perhatian.
Pembawaan Macan yang resah dan tak dapat berdiam diri menyebabkannya selalu tak sabar untuk bertindak. Namun, karena wataknya yang juga mudah curiga, ia terkadang menjadi ragu-ragu atau tergesa-gesa mengambil keputusan. Baginya sulit buat mempercayai orang lain atau menaklukkan pergolakan emosinya. Namun, walaupun temperamennya panas, ia juga tulus, penuh kasih sayang dan murah hati. Di samping itu ia punya selera humor yang mengagumkan.
Dalam kehidupan Macan mestilah ada suatu saat dimana ia akan bertindak hanya berdasarkan dorongan hatinya agar dapat memerankan semua peran fantastis yang diinginkannya. Yaitu, suatu kesempatan saat dimana ia dapat mencibir pada apa yang tak disetujuinya, mencaci masyarakat yang kolot dan mengejek tradisi yang terlalu mengikat. Macan harus mengekspresikan dirinya, menegakkan identitasnya dan membentuk kepribadiannya. Maka seandainya pemberontakan atau kesempatan untuk menyatakan pendapat secara blak-blakan ditawarkan padanya, maka jalan itulah yang akan dipilihnya untuk menyatakan, “Inilah diriku!” Walaupun demikian, sembilan dari sepuluh orang di antara kita bahkan cenderung buat menjagoinya. Kita boleh saja menggelengkan kepala melihat keberaniannya atau menahan napas melihat tindakannya yang gila, namun pada saat yang sama kita juga tak lupa memanjatkan doa dalam hati masing-masing baginya, dan bahkan kita ikut membagi kemenangan bersamanya waktu kita lihat dia sukses.
Kalau Macan sedang kesal, ia akan membutuhkan segerobak simpati dari anda. Jangan memperdebatkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Pada saat seperti ini logika tak berarti apa-apa baginya. Jangan segan-segan menghiburnya, sebab ia akan menghibur anda dua kali lebih banyak bila situasinya terbalik. Si Macan akan senang mendengarkan kata-kata bijak anda dan akan memperhatikan setiap nasihat. Namun, itu bukan berarti ia akan mengikutinya. Setelah anda pergi, yah, ada kemungkin besar Macan akan pergi juga dan melaksanaan apa yang telah direncanakannya semula!
Meskipun intensitas perasaannya terkadang membuatnya agak sulit diandalkan pada saat-saat yang menekan baginya, Macan masih dikenal mampu buat menyentuh perasaan publik. Kalau sedang berkepala dingin, pribadinya terasa hangat, sensitif dan simpatik. Sebaliknya, kalau sedang kumat, ia keras kepala, tak bisa ditolerir dan hanya tunduk pada kehendaknya sendiri.
Seperti juga Naga dan Ayam, warga Macan mempunyai ego yang amat besar. Uang, kekuasaan dan ketenaran tak akan berarti apa-apa baginya apabila egonya terluka. Dalam keadaan ini, Macan dapat menjadi pengacau yang paling busuk yang pernah anda temui. Ia akan melakukan apa saja untuk membalaskan dendamnya, meski harus ditebus dengan membakar rumahnya sendiri. Kata-kata yang tampak sepele bagi orang lain bisa saja membakar emosinya, padahal hal-hal besar dibiarkan lewat tanpa digubris. Ingatlah: Macan paling benci kalau diabaikan!
Dua kelemahannya dalam hidup ini adalah ketergesaannya di satu pihak, dan ketidak becusannya mengambil keputusan di lain pihak. Andainya ia belajar buat mengambil jalan tengah, Macan akan merupakan pribadi yang luar biasa sukses.
Di lubuk hati, Macan adalah orang yang amat romantis. Ia senang melucu, namun juga mesra dan sentimental sekaligus, makanya asyik juga jika kebetulan anda berpacaran atau menikah dengan seorang Macan. Namun, perlu diingat ia sangat posesif dan suka mencari gara-gara bila sedang cemburu.
Secara keseluruhan, kehidupan Macan memang berubah-ubah, diwarnai oleh tawa-ria, air mata, sakit hati, kegembiraan, putus asa dan oleh setiap perasaan lain yang dikenal manusia. Meskipun demikian, jangan sekali-kali mengasihani dirinya. Ia tak memerlukannya. Ia hanya dapat mencintai kehidupan apabila ia diperbolehkan buat mereguk isinya hingga puas, tentu berdasarkan cara yang dipilihnya sendiri. Macan adalah pribadi yang luar biasa optimis, yang akan selalu siap kembali bagi tantangan baru.
Hahahahahahahaha……. kaget juga setelah membaca ramalan ini. Karena sebagian besar (tidak semua) bisa mewakili gambaran karakterku sendiri. Kok bisa ya? Seolah-olah aku sedang membaca tentang pribadiku. Entah ini karena kebetulan saja ataukah ada faktor lain maka semuanya aku anggap sebagai intermezo di Imlek tahun ini.
Happy Chinese New Year untuk seluruh keluarga, sobat, teman-teman semuanya, ya…. Selalu ucapannya semakin murah rejeki, kehidupan keluarga semakin bahagia, sekolah semakin pinter, yang pengin punya anak dikasih kesuburan tahun ini, yang belum kerja dikasih kesempatan kerja yang baik dan kenaikan pangkat, yang belum kesampaian cita-citanya semoga tercapai di tahun ini, yang belum punya jodoh ditemukan jodohnya tahun ini, yang pengin …. opo meneh yo, pokoke kesampaian kabeh tahun ini hehehehe….. Tuhan memberkati!!!
From Sydney to Singapore Brings Love and Passions
Hahahahaha…… judul postingnya lebay banget, ya. Tapi memang begitulah keadaanya, kok.
Akhir Januari hingga tgl 1 Februari kemaren adalah masa-masa sibuk, capek, letoy dan agak tegang juga… yang paling kerasa adalah suamiku. Dia udah sibuk bikin iklan di Gumtree jual semua barang yang kami punya seperti sofa recliner, mesin cuci, kulkas, microwave, sepeda anak-anak, mainan, komputer, meja, kursi, massage chair, matras. Syukurlah, saat-saat terakhir semua barang bisa laku terjual hanya tersisa lemari es. Dijual murah-murahan aja, biar cepet laku buat sangu
Berhubung matras dah laku dan diambil tgl 1 Feb oleh pembelinya (orang Nepal) terpaksa satu malam kami tidur kaya orang kemah, cuma beralaskan selimut dan bantal-bantal yang sengaja tidak dijual. Anak-anak bisa tidur pulas tapi aku glebag-glebag ora iso turu… wah wis kurang tidur tenan. Bangun jam 4.30 pagi tgl 2 Feb mandi-mandi dan membuang sisa barang ke tong sampah, sementara taxi jam 5.30 udah standby untuk antar kami ke bandara.
Ok lah bye-bye Lidcombe… bye-bye Sydney… perjalanan menuju ke internasional airport, Lilo muntah di taxi sementara ndak siap plastik, yah tau dewe… berusaha tissu seadanya.
Nyampe airport, lalu check-in. Oh ya sehari sebelumnya aku udah check-in online di SQ website untuk langsung dapat boarding pass dan pilih tempat duduk. Tapi ketika check-in, boarding pass yang udah aku print gak ada gunanya, karena mereka tetep cetak boarding pass yang baru. Terus urus bagasi sekalian karena aku langsung stop over di Singapore sekalian bilang CS-nya untuk bagasi keluar di Singapore. Terus sarapan di Krispy Kreme sambil nunggu gate buka, isi formulir imigrasi dan masuk ke lounge bandara. Nunggu 1 jam aku nelpon Akiu Jing dan Ling-Ling di Philadelphia. Penerbangan yang jadwal seharusnya jam 8.05 diundur 1 jam, jadi kami brangkat jam 9.05 dan di Amerika masih jam 4 sore saat itu, jadi saat yg tepat nelpon Akiu Jing karena sejak Akiu Jing di Amerika, aku ndak pernah nelpon.
Flight on time, jam 9.05 take off beneran, duduk di kelas Ekonomi SQ. Penerbangan nyaman, makanan juga lumayanlah… hanya Pingkan yang kasian karena muntah sampe 5x, lemes, semua baju basah dan ternyata aku hanya siap celana dalam ama kaos dia aja, lupa ndak bawa celana panjang, akhire kemana-mana ditutupi jaket… ya capek, kurang tidur, telat makan, bikin anak perempuanku teler tenan. Bimo juga sakit kepala berhubung penerbangan terasa begitu lama 8 jam. Tadinya kami pikir kita bakalan nyampe Singapore jam 14.05 eh… jebul waktu Singapore, kan selisih 3 jam dengan Sydney. Wah pantat panas banget…. Sementara Lilo enjoy, sering makan, tidur, nonton movie, dan aku… ok-ok aja.
Begitu sampe Singapore, tanda salib pertama dibuat setelah keluar dari pesawat. Dan rasanya…. syukur kepada Tuhan yang tak terkira karena cita-cita membangun kehidupan baru di negara ini, dimulai HARI INI TGL 2 FEBRUARI 2010. Tahun Macan (sesuai shio-ku) membawa banyak pengharapan, sukacita, dan keoptimisan untuk bisa hidup lebih sukses daripada hari kemarin, dan di negara singa inilah kami akan tinggal dan menetap.
Selanjutnya kami istirahat di food court bandara sambil makan, karena Pingkan lemes banget ndak bisa makan selama di pesawat.
Karena udah janjian dengan Jill, pemilik flat yang kami sewa, untuk datang ke flat sekitar jam 5 maka ada waktu yang tersisa dimanfaatkan untuk nitip bagasi dulu. Ternyata ada service penitipan bagasi di airport dengan biaya sewa selama 24 jam S$4 per 10 kg. Lalu kami keluar bandara, naik MRT (train) pertama kali ke City Hall. Disana cuci mata ke mal hingga Esplanade. Perjalanan pertama belum enjoy bener ya, masih jet lag… dan akhirnya puter-puter sampe jam 7 malam beli SIM Card, tukar duit ke money changer, ambil bagasi lagi, naik taxi menuju ke flat.
Eh … ternyata si Jill udah nunggu dan kuatir kenapa kami sampai malam baru tiba, dan Herry (temenku di Singapore) juga nunggu-nunggu telponku. Wah ada rasa ndak penak juga, gak kontak dari tadi.
Selanjutnya catatan perjalanan singkat dan padat buat mengingat juga hal-hal apa aja yang kami lakukan di mingu-minggu pertama di Singapore.
Hari ke-2: berhubung jet lag masih kerasa, jam tidur pun masih kacau, dan lucunya bangun tidur dikira masih di Sydney hehehe….. kita pake kesempatan pagi-pagi jam 6 buat jalan-jalan lihat kondisi sekitar dan ke pasar terdekat. Ternyata informasi dari Jill tentang pasar ini, beneran pasar setengah tradisional tapi mereka ditata dalam satu kompleks kios. Kerasa aneh juga karena di Sydney ndak ada model pasar kaya gini, rame, agak semrawut, orang-orang kongkow…. bener-bener kami kembali ke alam budaya Asia. Di pasar ini, aku beli beras, minyak, sabun mandi, sabun cuci, kecap, teh, koran lokal, dan …. ini yang dikangeni, jajan pasar!
Memang benar bahwa Singapore tidak sebesar Australia dan Indonesia maka untuk pergi ke semua tempat di satu wilayah (suburb) bisa dilakukan dengan jalan kaki. Dan di siang hari kami jalan kaki ke Tampines Mall untuk jalan-jalan dan janjian ketemu Herry Chandra (temen SD & SMAku) yang udah 10 tahun tinggal di Singapore ini. Dipandu Herry, kami diajari membeli kartu Ez Link yang berguna untuk bepergian menggunakan public transport disini seperti MRT (kereta) dan bis. Lebih irit dan gampang di top-up (isi ulang). Karena kebetulan Herry kerja di wilayah yang sama dimana aku sementara tinggal, sore harinya kami bikin janji lagi maen ke rumah dia di Bishan. Dolan ke rumah Herry, kenalan ama Judith (istrinya) dan Daniel & Michael (anak2nya).
Hari ke-3: Bimo buka account pertama di POSB. Berhubung kami belum punya IC (Identity Card) maka syaratnya mesti mengisi beberapa form, menunjukkan surat bukti LPR, paspor dan setoran pertama S$500. Semuanya berlangsung cepat dan lancar. Acara selanjutnya kami pergi ke MOE (Ministry of Education) dalam rangka placement assistance untuk anak-anak sekolah disini. Sebelum berangkat ke Singapore ini, Bimo udah lebih dulu cari informasi tentang sekolah anak-anak hingga kontak dengan MOE lewat email. Ternyata memang ada one stop service dari MOE untuk membantu PR baru mencarikan sekolah anak-anak. FYI, sekolah udah dimulai sejak awal Januari, jadi praktis kami harus sesegera mungkin mendapatkan sekolah buat Lilo & Pingkan.
Dari pihak MOE meminta informasi sekolah2 di daerah mana yang kami mau dan mereka yang akan menghubungi semua Primary School di daerah tersebut yang masih ada lowongan untuk anak2ku. Namun prosesnya tidak secepat yang aku mau, butuh 2-3 minggu untuk mendapat konfirmasi dari mereka. Di sisi lain mereka juga menyarankan kalo kami bisa menghubungi PS terdekat.
Inilah yang jadi agenda kami di hari ke-4. Suasana Singapore yg bikin kemringet mengantar kami berpanas-panas door to door ke 2 PS di daerah Tampines ini. Dan hasilnya: nihil, tidak ada bangku kosong di semua level, dan malah mereka menyarankan aku minta bantuan MOE hehehe…. ok deh, ternyata populasi anak-anak padat juga di Spore. Berhubung jalan kaki, ngajak unyil2 ini pada capek, complain, kepanasan, yo wis … dilanjut jalan2 dan bermain ke Time Zone di Tampiness Mall.
Masih ada waktu luang, nyoba ke Raffles Place. Sekalian kami ke Raffles Medical buat medical check-up untuk melengkapi persyaratan convert ke PR status. Diperlukan 2 tes kesehatan yaitu X-Ray dan tes HIV. Tes hanya diperlukan untuk aku dan suami, anak-anak tidak perlu. Biayanya S$ 40.65 per orang dan hasil bisa diambil 5 hari lagi.
Sekarang giliran aku buka saving account pertama. Ada 3 bank lokal di Singapore ini (dari info Herry): UOB, OCBC, DBS/POSB. Aku nyoba datang ke bank lain yaitu UOB & OCBC. Hasilnya… ditolak! Uhhhh…. dgn alasan aku belum punya IC. Yachhh… mau gimana lagi, akhirnya nyoba ke DBS. DBS dengan POSB ini dulunya bank lokal yang berdiri sendiri-sendiri kemudian POSB diakuisisi atau digabung dgn DBS (kalo gak salah tangkap info-nya lho). Di DBS lah akhirnya aku buka account baru disana. Praktis juga, penarikan dana maupun deposit cash bisa dilakukan di ATM DBS ataupun POSB.
Berhubung siang hari dapat kabar dari Jarina (real estate agent) ada flat di Bedok, malamnya Bimo datang untuk viewing. Dan hasilnya: gak minat, crowded banget mesti melalui market.
Hari ke-5: Sabtu dimanfaatkan untuk leyeh2 sampe siang. Lalu memanfaatkan free shuttle bis untuk tujuan ke IKEA. Nah di IKEA kami nyoba makanan disana, liat barang2 IKEA yang selalu jadi impian pengin punya desain dgn barang2 IKEA someday.
Hari ke-6: Minggu, keluar dari flat siang hari untuk tujuan ikut misa Keluarga Katolik Indonesia di Singapura. Misa minggu pertama ini di Bukit Siglap. Naek train dulu sampe Kembangan lalu naek bis turun 2 stop tinggal nyebrang nyampe di gereja. Umat Katolik Indo yang aku lihat kemaren, gak sebanyak di Sydney.
Nah malamnya, ada pengalaman yang sangat berharga buat kami. Bimo datang lagi sendiri viewing flat di daerah Tampines. Info-nya dari real estate agent yang berbeda dari sebelumnya. Sebenarnya Bimo tertarik dengan lingkungan sekitar dan kondisi flat itu sendiri, tapi yang bikin dia marah adalah sikap real estate agent-nya yang mendesak Bimo harus segera tandatangan agreement dan bayar deposit saat itu juga. Meskipun suamiku mengelak dengan besok akan ditransfer tapi mereka mendesak harus sekarang juga, atau kalo perlu uangnya dijemput di rumah agar besok flat tersebut tidak diambil orang lain. Kecurigaan lain, masak harga sewa di agreement dan harga real berbeda $ 300, jadi pihak agent mau ambil keuntungan dari kami dari agent fee and biaya sewa bulanan, ini aneh banget. Sebelumnya juga Herry udah manti2 supaya berhati2 dengan agent real estate karena banyak yang nipu. Cara mereka yang mendesak dan menyudutkan gitu langsung bikin Bimo marah dan ambil keputusan ndak berminat dgn flat tersebut. Langsung aku kontak Herry dan Herry bilang kalo itu gak bener caranya dan Herry segera kontak temen2 Judith untuk bantu kami cari flat.
Real estate agent tersebut kirim sms dan nelp berulang2 minta maaf dan masih ngrayu untuk ambil flat tersebut.
Payback Pertama Kiva
Hari ini iseng, aku buka lender page Kiva accountku. Ingat ceritaku yang dulu? Hari ini aku dapet surprise … ada laporan enterpreneur pertama yang kami bantu sudah mulai melakukan pembayaran cicilan pertamanya. Ada rasa seneng campur terharu… bahwa uang $25 pertama kami di Kiva bener-bener terealisasi sampai ke tangan enterpreneur; bisa bermanfaat untuk membeli sapi, menghasilkan keuntungan buat keluarga mereka dan mereka mulai mengembalikan pinjamannya kepada kami sebagai lender. Selanjutnya pinjaman yang telah dikembalikan ini bisa kami pinjamkan kembali untuk enterpreneur yang lain atau disumbangkan ke Kiva.
Jejak pertama yang bagus di bulan Januari ini semoga senantiasa memberi semangat buat kami untuk bisa membantu kehidupan orang lain seterusnya. GBU!!!
Pil KB & Jerawat
Semalam aku baru bisa menutup mata hingga jam setengah satu malam. Aku deleg-deleg di depan laptopku dengan beberapa artikel website terbuka. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menemukan penyebab dan akar permasalahan kulit dan rambutku. Masalah kulit yang berminyak hingga terus berjerawat dan shampoo yang tidak pernah cocok hingga berketombe, telah aku idap sejak remaja hingga usia 35 tahun ini.Kenapa beberapa dokter yang aku datangi tidak pernah bisa menjelaskan problemku? Dari dr. Lewi di Semarang hingga dokter spesialis kulit di Sydney. Mereka hanya memberi resep, resep dan resep. Yang aku butuhkan adalah penjelasan medis yang masuk akal. Dan semalam Tuhan menjawab doaku. Aku menemukan sendiri jawabannya.
Kenapa aku tidak menjadi seorang dokter dan aku pasti akan menjelaskan secara gambang kepada pasienku penyebab penyakit yang dideritanya. Dan sekarang dr. Triwati berkata bahwa dalam tubuh setiap wanita terdapat hormon estrogen dan progesterone serta sedikit hormon androgen (hormon laki-laki). Pada usia reproduktif biasanya perempuan akan mengalami kelebihan hormon androgen (hiperandrogen). Akibatnya produksi minyak menjadi berlebihan, yang memicu munculnya jerawat dan komedo. Disini jelas faktanya bahwa tubuhku memiliki kelebihan hormon androgen. Read more
Facebook & Reuni

Gambar diatas mewakili perasaan beberapa orang yang muncul ketika bertemu dengan teman-teman lama di jejaring sosial seperti Facebook. Perasaan rindu karena sekian lama tidak berjumpa mendorong kita untuk menemukan kembali teman-teman sepermainan dulu yang sekarang entah dimana. Kita ingin tahu kabar keberadaannya, kehidupan kini, pekerjaan mereka, keluarga mereka, wajah dan penampilan mereka sekarang, dan kabar lainnya.
Ironisnya, setelah kita tahu itu semua lalu muncul bentuk perasaan negatif lain. Kita mulai membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan yang sedang kita jalani. “Wah, si A udah jadi manager perusahaan nasional… dari foto-foto si B ternyata dia sudah keliling dunia…. si C yang orang kampung udah jadi orang hebat di Jakarta dan punya mobil… si D tinggal di Amerika…. si E yang dulunya nakal sekali, sekarang jadi pengusaha hebat, beristri cantik dan selalu liburan ke luar negeri, si F udah jadi arsitek, dokter, banker, trader, bla…bla…bla…..” Banyak banget cerita kesuksesan dari teman-teman sekolah kita dulu. Read more
Kulitku Sayang, Kulitku Malang
Memiliki kulit wajah sangat berminyak sejak usia dini memang ndak gampang. Dibutuhkan perawatan kulit seperti facial dan pemakaian produk skin care. Masalah jerawat sudah begitu akrab di sepanjang hidupku hingga kini. Dan ironisnya setelah tinggal 3 tahun di Sydney, masalah jerawat semakin menjadi-jadi.
Pertama aku konsultasi dengan dokter GP (general practitioner), dia memberiku pil (yang ternyata belakangan baru aku ketahui kalau itu pil KB), yaitu Doryx Capsules 50 mg (Doxycycline) dan Differin cream, serta menyarankan aku menggunakan sabun batangan Neutrogena untuk cuci muka sehari-hari. Pil dan cream harus aku gunakan selama 3 bulan dan berhasil membuat kulitku bersih sementara. Pil dan cream dihentikan lalu jerawat yang besar-besar seperti bisul ini mulai muncul lagi dan membuatku harus menebus resep yang sama. Read more