Aku & Kiva

kiva logoDi jaman serba “kompleks” ini saya memang memiliki sejumlah ganjalan hidup. Salah satunya adalah hal memberikan derma. Maksud hati berbuat baik dengan memberikan santuan atau bantuan kepada pihak yang memerlukan, tapi di sisi hati yang lain ada perasaan dibohongi, disakiti, manakala bantuan ikhlas yang kita berikan lalu disalahgunakan, yang berujung tidak memberikan manfaat apapun kepada pihak yang bersangkutan. Proses perjalanan bantuan uang dari satu pihak kepada pihak yang lain seringkali dipangkas di tengah jalan oleh oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan kesempatan ini dan menelannya untuk dirinya pribadi. Oleh karena itu, saya berpikir tentang konsep kepercayaan dalam berderma. Dan pilihan saya jatuh kepada Kiva.

Saya pribadi sudah mendengar Kiva beberapa bulan silam dan semakin tertarik ketika dibahas dalam acara talk shownya Oprah Winfrey. Tapi baru beberapa hari ini tergerak mendalami Kiva secara detail. Dan ternyata saya baru mengetahui bahwa untuk memulai menjadi seorang lender (pemberi pinjaman), saya bisa memulai hanya dengan $25 saja. Wahhhh… informasi ini yang terlambat saya ketahui. Semula saya pikir bahwa menjadi lender, kita mesti memberikan sumbangan ratusan dollar, sehingga saat itu saya memutuskan untuk menunda rencana bergabung. Entah mengapa beberapa hari ini saya tergerak untuk mendalami Kiva secara serius dan lebih banyak informasi yang saya dapatkan sesudahnya. Tidak butuh waktu lama berpikir untuk bergabung. Atas persetujuan suami tercinta, tgl 3 Desember 2009 kemaren saya dan suami resmi bergabung dengan Kiva.org.

Enterpreneur (orang yang mendapatkan pinjaman modal) pertama yang kami bantu adalah seorang ibu muda di Propinsi Takeo, Kamboja. Dia bekerja sebagai petani sedangkan suaminya adalah seorang peternak sapi (cattle). Saat ini dia membutuhkan bantuan modal sebesar $ 300 untuk membeli sapi agar bisa dijual kembali untuk menambah penghasilan keluarga. Bantuan modal $ 300 berhasil dia dapatkan dari 9 lender (termasuk kami) yang berasal dari Finland, USA, dan Kanada. Dia memiliki 14 bulan untuk mengembalikan pinjaman ini kepada Kiva. Dan setiap bulannya Kiva akan mencatat sejumlah dana yang dia bayarkan kembali kepada masing-masing account lender. Jika pada akhirnya pinjaman ini lunas, maka kami, para lender bisa melakukan 3 pilihan cara yaitu menyalurkan kembali dana tersebut kepada entrepreneur baru yang lain, menarik dana ke account bank kami masing-masing atau menyumbangkan uang tersebut untuk donasi Kiva.

Coba Anda bayangkan hanya dengan $25 saja, kita bisa membantu kehidupan orang lain. Kita bergabung dengan ribuan lender di seluruh dunia untuk menyokong para entrepreneur mendapatkan modal untuk usahanya. Salah satu contoh link di bawah ini bisa Anda klik dan lihatlah.

http://www.kiva.org/app.php?page=businesses&action=about&id=131139&_tpos=14&_tpg=1

Ini adalah beberapa orang teman-teman kita di Desa Bokong, Kupang, NTT. Mereka bekerja menanam kelapa, pisang, kacang-kacangan dan jagung, yang kemudian menjualnya di kota. Keuntungan mereka sangatlah sedikit sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Oleh karena itu mereka bermaksud untuk beternak sapi agar menambah penghasilan dan hidup lebih baik lagi. Mereka membutuhkan modal sebesar $2.375 dan berhasil dihimpun dari 75 lender di berbagai dunia. Mengagumkan, bukan? Jika tidak ada organisasi seperti Kiva ini, bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi. Mempertemukan hampir 4.000 enterprenuer dari 49 negara berkembang dan 340.000 lender di berbagai belahan dunia untuk tujuan “better life”. Saya masih terus terkagum-kagum dengan konsep Kiva yang hebat ini.

Dari sisi saya pribadi, tentu uang $25 bukan jumlah yang besar jika saya bandingkan dengan pengeluaran kami setiap bulan. Coba bayangkan terkadang kita bisa menghabiskan minimal $50 untuk sekali makan satu keluarga di restoran atau bahkan sekali potong rambut bisa menghabiskan $25 lebih. Sementara itu nominal $25 bisa membantu mengubah kehidupan orang lain. Anda bisa menilai sendiri betapa sejumlah uang tertentu memiliki nominal kecil bagi kita tapi memiliki nilai besar untuk orang lain. Jadi, apakah saya salah jika mengajak Anda semua bergabung di Kiva????

Artikel yang berhubungan

Comments

9 Responses to “Aku & Kiva”

  1. wahyu sus on December 8th, 2009 2:07 am

    menarik. aku blm baca full, cuma, kirim duite via paypal ya? wah ndadak moco sik ki.

  2. admin on December 8th, 2009 4:21 am

    iso paypal, iso credit card, Yu…

  3. Payback Pertama Kiva | Catatan Pinggir Eriartha on January 24th, 2010 11:56 pm

    [...] ini iseng, aku buka lender page Kiva accountku. Ingat ceritaku yang dulu? Hari ini aku dapet surprise … ada laporan enterpreneur pertama yang kami bantu [...]

  4. masthomas on February 23rd, 2010 3:36 pm

    Info menarik. Saya copas …
    salam

  5. Amirul on March 4th, 2010 12:56 am

    Terima kasih atas info yang bermanfaat dan kepeduliannya untuk berbagi..

  6. Enghoa on August 26th, 2010 5:38 am

    Jeng, klo saya mau donasi di Kiva itu perlu jadi anggota dulu tidak? trus apa kita harus milih orang mana yang mau kita bantu? Sebetulnya Kiva ini good concept : Bantu orang bukan beri ikannya tapi beri alat pancingnya.

  7. admin on April 26th, 2011 7:42 am

    Yup betul, kita mesti jadi anggota dulu, free kok, tinggal bikin account. Terus coba browsing orang2 yg ingin kita bantu; bisa pertimbangan melalui asal negaranya, pekerjaannya, atau kondite field partner-nya. Terimakasih se-pikiran dgn saya.

  8. ery rahardian on June 4th, 2011 7:04 am

    setelah saya membaca postingan mba, saya punya pikiran untuk mencari pinjaman modal dari kiva. saya punya rencana membuka rental ps3 di kota saya majalengka jawa barat, saya sudah coba mengajukan pinjaman ke beberap bank tapi sampai sekarang tak pernah ada kabar sampai saya bingung mau cari pinjaman kemana lagi. yang mau saya tanyakan bagaimana caranya saya bisa mendapatkan pinjaman dana dari kiva agar sesegera mungkin saya bisa memulai usaha tersebut dan bagaimana juga cara mengembalikan pinjaman tersebut ? terima kasih

  9. admin on December 28th, 2011 7:17 am

    Ery, saya nggak tahu posisi kamu dimana. Ada 4 field partner di Indonesia yg menjalin kerjasama dgn Kiva http://www.kiva.org/partners. Field partner yg berbentuk koperasi ini ada yg berdomisili di NTT http://www.kiva.org/partners/129, Bali http://www.kiva.org/partners/82, Jakarta&Surabaya http://www.kiva.org/partners/189, Aceh http://www.kiva.org/partners/79. Dana disalurkan melalui koperasi2 ini yg diteruskan ke pencari modal dgn bunga rendah. Ery bisa menghubungi mereka m\dan menanyakan prosedurnya. Semoga membantu!

Leave a Reply