Aku & Forex

prediksi guAku melihat sebidang chart ini selayaknya permainan; kadang menang dan kadang bisa kalah. Setiap orang punya trik dan strategi. Anehnya meskipun seseorang membagikan rahasia strategi untuk memenangkan permainan ini, tetap saja orang lain yang menirunya belum tentu beroleh hasil yang memuaskan seperti dia. Seperti ibarat orang yang membuat sambal dengan bumbu yang persis sama dan peralatan yang persis sama, tetap akan menghasilkan rasa yang berlainan oleh orang yang berbeda. Ini unik karena ulekan tangan yang membuat sambal punya irama dan tekanan yang berbeda. Persis keadaannya dengan meniru strategi orang lain, yang akan tetap berbeda hasilnya karena olahan pikiran dan kreativitas manusia yang berbeda.

Dari cara berpikir seperti ini yang membuatku tidak pernah kuatir bahwa akan memiliki gaya trading tersendiri. Dan aku berdoa kepada Tuhan, tunjukkanlah caranya. Ibarat orang sedang belajar menunggang kuda, aku berdoa tunjukkanlah bagaimana caranya mengendalikan kuda ini, bukan mengalahkannya. Dengan konsep mengendalikan berarti kita tidak pernah memaksa kuda ini menuruti kemauan kita semata tapi juga memahami secara lembut seekor kuda; kapan dia letih dan kapan saatnya memacu.

Meski forex sungguh-sungguh beresiko besar tapi setelah 1 tahun lebih jatuh bangun di dunia ini, aku mulai belajar “mengendalikan”. Analisa, tentukan waktu masuk market, dan mendapatkan hasil yang kita mau. Jika belum saatnya masuk market, aku harus mengendalikan diri untuk tidak menuruti hawa nafsu dan tidak boleh terpengaruh faktor serakah dan ingin cepat kaya. Aku hanya ingin memahami kondisi pasar dan pergerakan harga, seperti halnya mengetahui kemana angin berhembus.

Orang-Orang Hebat Dalam Hidupku 1

Kurang lebih 17 tahun, aku tidak pernah bertemu dia. Dan kemudian baru bulan yang lalu, komunikasi terjalin kembali. Aku cuma pengin cerita bahwa ada begitu banyak orang yang “membentuk” diri kita hingga seperti sekarang ini. Dan beliau adalah salah satu dari sekian orang yang dulu begitu dekat dan aku segani. Dia memberi motivasi, kepercayaan dan pengharapan yang begitu besar pada ku waktu aktif sebagai Mudika Paroki Pekalongan dulu. Ada beberapa kejadian yang selalu aku ingat dan membekas hingga sekarang bersama beliau.

Ketika itu SMA, aku mengikuti Kaderisasi Mudika se-Keuskupan Purwokerto sebanyak 3x di Hening Griya. Aku merasa bangga karena termasuk terpilih untuk jadi “role model” teman-teman Mudika saat itu. Setiap kali ke Hening Griya aku selalu bersamanya. Dia sopir yang baik tapi kadang-kadang suka ngebut juga hehehe… dan dia selalu minta aku duduk di sampingnya – biar jadi kenek, katanya- dan suruh nemani dia ngobrol biar ndak ngantuk ketika nyopir. Dan kemudian di acara ini aku dipertemukan dengan Mudika hebat lainnya dari paroki lain; ada rasa ciut juga waktu itu tapi beliau ini kayaknya mantap saja dan selalu mendampingi kami. Read more