Sarapan Murah AU$2 Only
Kalo kamu kebeneran jalan-jalan di Rhodes Shopping Center, jangan lupa sempetkan diri menikmati sarapan murah di Ikea. Banyak orang memilih sarapan di tempat cozy seperti Ikea ini karena selain nyaman dan colourful, harganya cuma AU$2 per porsi. Harga segitu udah dapet scrambble egg, hash brown (kentang goreng) 2 biji, sosis, bacon, grill tomat… sedep dan murah meriah, sayangnya kurang banyak
) Untuk pilihan minum teh, kopi atau soft drink cuma AU$1.95 per gelas dan bisa kamu isi berulang-ulang sampe puas. Siiiip, kan?
Kenapa mereka bisa jual sarapan dengan harga murah? Lihat gambar sebelah ini, ada tag yang diletakkan di meja yang menjelaskan kepada customer kenapa makanan yang dijual di restoran Ikea ini murah, antara lain karena alasan tiap customer diminta untuk membersihkan meja dan peralatan makan masing-masing setelah selesai makan, sehingga mereka dapat mengurangi biaya dan waktu. Well, cukup bijaksana, bukan? dan idenya apik gitu loh… customer dididik dapet harga murah tapi mesti ada timbal balik buat mereka juga, good deal, guys!!!
Blog Baru “Vitamin Kehidupan”
Halo friends…
Berawal dari banyak cerita & sharing hidup yang kita terima melalui email, forum, dan koran. Kok aku (dan bojoku) punya ide untuk bikin kliping online dengan ngumpulin semua cerita itu ke dalam satu blog. Aku yakin pasti kalian juga pernah baca postingannya, tapi kan juga banyak temen laen yang mungkin juga belum tau…
Maka… jadilah blog baru yang semoga isinya bermutu untuk dibaca. Ini screenshotnya (dan bisa diklik langsung di gambar)
Selamat menyimak dan silakan tinggalkan comment dan rating Anda jika emang memberi kontribusi untuk pengobat batin Anda, hehehe…
Berkat Tuhan Yang Lebih Besar
Akhirnya doa kami terjawab, setelah kejadian kemaren, bener2 aku ndapetin berkah yang lebih banyak. Bojoku tiba-tiba ditawari mobil bekas (yang lebih bagus daripada yang kami punya sekarang) yang bayare bisa dicicil, wuih… apa ndak rejeki tenan tuh…dan baek banget bayare boleh dicicil tanpa DP! Rejeki jangan disia-siakan ni… langsung kita bilang ya, dan langsung malemnya mobil lama difoto2 dan diiklankan di Gumtree. Eh bojoku langsung dapet respon banyak banget dan besok siangnya mobil udah kejual… wuih… edian tenan, dikasih berkat Tuhan lagi… jual mobil lancar dan cepat cuma proses nyang2 an& surat cuma 10 menit, kelar!
Rupanya dalam seminggu ini Tuhan masih kasih berkat lagi… tiba-tiba agent rumahku telpon dan nawari flat baru (yang emang kita lagi cari karena rumah yang kami tinggali sekarang udah laku terjual). Dan proses transfer rumah diatur dia sebaeeeeeeeeeeek mungkin hingga kita nggak perlu keluar bond money lagi (bond money:uang sejumlah 4x harga sewa flat per minggu, yang disimpan di kas pemerintah untuk jaminan sewa rumah, yang akan dikembalikan jika penyewa telah menyelesaikan kontrak dengan rumah tersebut), jadi kita cuma perlu bayar uang sewa 2 bulan dimuka & surat perjanjian aja, duh…. senengnya. Apalagi agentku, namanya Merry (orang Oz kebangsaan Italia), masih kasih kebebasan gratis sewa flat 1 minggu (di rumah lama) & rekening air terakhir… Proses transfer saat ini belum dilakukan (nunggu kita bener2 cabut dari rumah lama) tapi kita udah dikasih kunci flat baru, jadi bisa mulai nyicil pindahan sekarang, dan minggu depan… welcome flat baru
Tuhan, terimakasih, senenge rak karuan aku… aku ndak nyangka, apa yang udah hilang mendapatkan gantinya yang jauh-jauh nilainya lebih besar… GBU!!!
Jason Marz (Live)
Ini dia satu lagi idol-ku yang baru yaitu Jason Marz… kalo nyanyi nyantai banget, music reggaenya oke banget, imut, nafasnya bisa panjang dan oce…oce… oce.. semua lah
) tapi sayangnya aku nyoba ngikutin syairnya susah banget karena dia mesti bikin liriknya panjang2 hehehe…
Dan ini aku tampilkan videonya waktu si Jason live music di Korea, dan ini salah satu contoh pentas music yang apik dan efektif (cukup 2 orang saja) tapi tidak kehilangan seni entertain-nya. Bravo, Jason!
Selamat menikmati…
Langit Biru Di Central
Ini pemandangan yang aku demen selama di Sydney yaitu menikmati langit biru… awan cerah… dan terkadang setelah hujan masih bisa lihat pelangi… wow … meski banyak mobil tapi udara bersih, gak padat polusi kaya di Indo… ini aku pajang foto langit biru diatas bangunan klasik Central Station (sembari nunggu bis jadi nyempetin moto
Walah… Sepedaku Hilang!!!
Meski udah tinggal di kota Internasional kok masih tetep ada maling ya… wah… nasib tenan! Saking jengkelnya, bojoku bikin selebaran ditempel di pohon & ditembok sekitar building, bunyinya “SOMEONE STOLE MY BICYCLE… if any someone know…bla…bla…call me…” Kejadiannya kemarin dan hari ini ada orang yang telpon ngeliat sepeda tapi ciri2nya bukan milik kami… tapi paling nggak, ada orang peduli.
Dan ada hikmahnya, kawan… bahwa kudu tetap waspada dimanapun kita tinggal, ora entuk leno…
Ok, untuk menghibur diri, enaknya ndengerin lagu barunya Boyzone aza…
Beli Telur Di Sydney
Umumnya kita beli telur di Indo dengan model kilo-an, ya kan? mau 1 kg, seperempat kg atau berapa butir lalu ditimbang baru kita bayar. Tapi kalo di Sydney nggak seperti itu; telur2 udah dikemas dalam 1 pak isi 12 butir atau 2 lusin yang udah dibedakan menurut ukurannya. Ada yang 1 pak kemasan telur 800 gr harganya sekitar AU$2.80-3.20, kemasan 700 gr AU$2.70-3.00, kemasan 600 gr AU$2.60-2.80, yang paling kecil kemasan 550 gr harganya sekitar AU$2.70-an. Tapi yang paling umum dijual yang kemasan 800 gr & 700 gr.
Beda ukuran kemasan emang beda ukuran telur di dalamnya. Dari foto di samping pasti kalian bisa bedakan kalo yang besar itu berasal dari kemasan 800 gr dan yang lebih kecil itu dari kemasan 700 gr. Jadi di Sydney gak ada model beli telur 1 kg; yang paling besar ya 800 gr. Dan kalo kamu belanja telurnya di Aldi, tiap telur ada markingnya seperti stempel udah lolos uji gitulah.
Belanja Ke Toko Ikan Di Sydney
Hari ini aku mau cerita tentang belanja ikan di Sydney. Banyak hal menarik yang pasti tidak kita jumpai di pasar ikan di Indonesia. Perbedaan yang mencolok adalah kalo di Indo, orang jual ikan, daging sapi dan ayam di pasar tradisional tapi kalo di Sydney, selain dijual di supermarket juga banyak kita jumpai toko khusus seafood, beef dan chicken. Entar aku posting satu per satu, ya… sekarang kita melancong ke toko ikan di Maroubra Junction namanya Fish Market @ Maroubra. Eh… sebetulnya ada pasar ikan yang lebih besar disini yang menjadi tujuan visitor yaitu Fish Market Pyrmont tapi berhubung aku belum pernah serius bikin foto disana, entar next time ya…
Seperti kita lihat di foto, toko ikan ini ditata dengan semenarik mungkin dengan lampu2 kecil di langit2 yang langsung menyorot ikan2 yang ditata. Semua ikan dipajang di etalase kaca dan stainless steel membuat kesan bersih dan rapi.
Eksport Import Produk Indonesia, jebul…..???
Dulu waktu masih tinggal dan kuliah di Undip aku sempet terkagum-kagum banyak perusahaan nasional yang bisa eksport ke luar negeri. Aku sempet berpikir gimana ya caranya mencari channel di luar negeri sehingga bisa memasarkan produk lokal kepada customer asing. Pasti jalan yang ditempuh adalah ikutan pameran produk di luar negeri yang biasanya diadakan karena kerjasama antar kedutaan atau memang mendapat undangan langsung dari pihak promotor asing. Beberapa contohnya seperti produk jamu Sido Muncul, Nyonya Meneer, Indofood, dll kok hebat begitu gampangnya eksport.
Tapi ternyata setelah tinggal di Sydney, aku mulai “terbuka” bahwa ternyata eksport ke luar negeri tidak sehebat seperti yang aku kira sebelumnya. Ternyata banyak toko-toko Indo dan asia di Sydney yang menjual produk-produk makanan dari Indonesia seperti Indomie, kecap ABC, bumbu Kokita, bumbu Munik, kacang garuda, produk jamu sido muncul, nyonya meneer, minyak kayu putih cap Lang, hingga tabloid Cek&Ricek, majalah Femina, semua komplit ada di toko milik orang Indo di Sydney. Dan semua barang-barang produk Indo itu mereka dapatkan dari supplier/importir orang Indo juga yang khusus import dari Indo. walah… walah…. baru ngerti aku sekarang.
Jadi proses eksport import emang dilakukan dari dan oleh orang-orang Indo juga. Tapi disini aku hanya bicara soal produk makanan lho… dan tidak berlaku untuk produk laen seperti furniture dan laennya. Intermezo, waktu mamahku baru tinggal di amerika juga pernah bilang kalo di amerika juga banyak toko dan resto Indo yang jual sayur asem dan gudeg. Waktu itu aku setengah ndak percaya, tapi sejak di Sydney aku mulai percaya.
P.S Mohon maaf bagi pihak-pihak tertentu yang mungkin keberatan dengan tulisanku ini, dan ini semata-mata hanya pendapat pribadi yang bisa jadi salah CMIIW

